Pemuda Grudug Kantor Desa, Diduga Gelapkan Dana Karang Taruna Dan Bumdes, Mantan Kades Dahuwan Terancam Dilaporkan Ke APH

oleh -756 Dilihat

Pemuda Grudug Kantor Desa, Diduga Gelapkan Dana Karang Taruna Dan Bumdes, Mantan Kades Dahuwan Terancam Dilaporkan Ke APH

www.suryanenggala.id – Probolinggo. Puluhan pemuda mendatangi kantor desa Dawuhan mempertanyakan Dana KARANG TARUNA dan dana BUMDES sejak tahun anggaran 2016-2021 yang diduga di gelapkan oleh kepala desa Dawuhan, kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa timur.

Bersama puluhan rekannya Manan selaku koordinator dalam aksi tersebut ingin mempertanyakan anggaran Dana KARANG TARUNA dan dana BUMDES yang di anggap sang Kades telah menggelapkan dana yang bersumber dari Anggaran Dana Desa Tahun 2016 – 2021 dengan alasan sang kades selama menjabat tidak pernah transparan kepada masyarakat. jelas perwakilan pemuda. Rabu, (09/03/2022).

Manan yang juga sebagai tokoh masyarakat dan menjadi panutan oleh pemuda desa Dawuhan menjelaskan kepada media, “Raibnya dana ini sebenarnya sudah lama terendus
bahkan temuan tersebut diketuhui berdasarkan hasil investigasi masyarakat yang menemukan dana Bumdes yang sudah dianggarkan seharusnya dipergunakan di desa tiba-tiba raib. dan untuk dana karang taruna juga tidak jelas siapa ketuanya dan berapa besaran anggaran setiap tahunnya, “ucapnya kepada media.

Setelah mengetahui raibnya dana karang taruna dan Bumdes tersebut, puluhan pemuda bersama tokoh masyarakat langsung menggeruduk kantor desa untuk menayakan kebenaran uang tersebut, “apabila dugaan kami benar, kami tidak segan segan membawa kasus ini keranah hukum. “Pungkasnya.

Baca Juga :
Pemuda Grudug Kantor Desa, Diduga Gelapkan Dana Karang Taruna Dan Bumdes, Mantan Kades Dahuwan Terancam Dilaporkan Ke APH

Di kantor desa para pemuda langsung di temui oleh DODIK selaku PJ kades Desa Dawuhan dan sekertaris Desa (sekdes) serta perangkat desa yang lain, PJ kades Dawuhan DODIK menyampaikan, dengan tutur kata yang lembut, bahwa, “kalau terkait anggaran tahun 2016-2921 saya menyampaikan kepada adik-adik pemuda itu sek belum zaman ku. “Katanya

“Saya haqqul Yaqin kalian semua yang hadir disini faham, tapi insyaallah dalam kepemimpinan saya di Desa Dawuhan ini pasti memberikan pelayanan yang lebih baik, transparan, profesional, harapan saya kedepannya Desa yang saya pimpin.ini lebih maju sejahtera dan mampu bersaing dengan desa desa yang lain. “Imbuhnya.

Namun, saat Bendahara Desa Dawuhan, Basori Alwi, memberikan penjelasan kepada para pemuda dan tokoh masyarakat yang hadir di kantor desa, malah Bendahara Desa sedikit marah kepada awak media KompasInvestigasi.com mengatakan agar tidak merecord atau tidak meliput bahkan dengan nada sombongnya dia meminta kepada media KompasInvestigasi.com agar menunjukkan surat tugas dan id card nya. Kemudia setelah di tunjukkan oleh awak media, baru dia melanjutkan penjelasannya kepada puluhan pemuda dan tokoh masyarakat.

Basori Alwi, Bendahara desa Dawuhan menjelaskan kepada pemuda dan tokoh masyarakat desa setempat, “pada tahun 2016, Anggaran BUMDES, Rp 15.000.000. (Lima belas juta rupiah) Tahun 2017, Anggaran BUMDES Rp 17.000.000. (Tujuh Belas juta rupiah). Tahun 2018 Anggaran BUMDES, Rp 25.000.000. (Dua Puluh Lima juta rupiah). sedangkan tahun 2019, 2020 dan 2021. “Paparnya.

“Nanti kami akan memberikan rinciannya anggaran Karang taruna dan bumdes sesuai permintaan.”tuturnya.

Sementara media kesulitan menemui mantan kepala desa Dawuhan untuk memvalidkan data, sampai berita ini di publikasikan.

(AD SRIKANDI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *