Mensos Risma Dicecar Kritik setelah Ancam Pindahkan ASN ke Papua, Veronica Koman Ngaku Tak Kaget

oleh -142 Dilihat
Mensos Risma Dicecar Kritik setelah Ancam Pindahkan ASN ke Papua, Veronica Koman Ngaku Tak Kaget
(Sumber: nasional.tempo.co)

Mensos Risma Dicecar Kritik setelah Ancam Pindahkan ASN ke Papua, Veronica Koman Ngaku Tak Kaget

www.suryanenggala.id-Menteri Sosial Tri Rismaharini tengah menjadi perhatian publik setelah mengancam akan memindahkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak becus ke Papua.

Ancaman tersebut rupanya memantik kritik dari publik hingga namanya menjadi trending topik di Twitter sampai Rabu (14/7/2021) pagi.

Adapun, cerita Risma bermula saat memarahi seluruh pegawai Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Wyata Guna Bandung pada Selasa (13/7/2021) kemarin.

Kemarahan Risma meruap setelah memantau kesiapan dapur umum yang sengaja dibuat Kementerian Sosial untuk memasok telur matang kepada masyarakat, tenaga kesehatan, petugas pengamanan, dalam kegiatan PPKM Darurat.

Selain karena kekurangan peralatan memasak, dapur umum yang sudah dibuat rupanya kekurangan personel.

Sementara, banyak pegawai Balai Disabilitas Wyata Guna Bandung yang masih berada di dalam kantor, tidak ikut membantu operasional di dapur umum.

Akhirnya setelah seluruh pegawai Balai Wyata Guna di kumpulkan di lapangan, Risma langsung meruapkan kemarahannya.

Baca juga:

“Tolong ya, teman teman, saat ini kondisinya dan situasinya kritis. Ini Kementerian Sosial jangan misah-misahkan diri. Ini malah tidak ada yang nongol,” ujar Risma dengan nada tinggi,

Risma meminta kepada para pegawai Balai Disabilitas Wyata Guna untuk lebih paham dan membantu di dapur umum, bukan berleha-leha di dalam kantor yang ber-AC.

“Rakyat lagi susah sekarang, tenaga-tenaga kesehatan semua susah, tapi semua teman-teman kayak priyayi semua. Maunya duduk tempat dingin, enggak mau susah-susah.”

“Ayolah kita peduli, jangan jadi priyayi. Semuanya polisi ada di jalan, semua jaga, teman-teman enak duduk di dalam. Di mana perasaan kalian?” kata Risma.

Setelah itu, Risma mengancam akan memindahkan seluruh PNS Kementerian Sosial yang menjadi pegawai Balai Disabilitas Wyata Guna ke Papua jika masih tidak mau membantu operasional dapur umum.

“Saya tidak mau lihat seperti ini lagi. Kalau seperti ini lagi, saya pindahkan semua ke Papua.”

“Saya enggak bisa pecat orang kalau nggak ada salah, tapi saya bisa pindahkan ke Papua. Jadi tolong yang peka,” terangnya.

Pengacara dan aktivis hak asasi manusia (HAM) yang di kenal untuk isu Papua, Veronica Koman juga ikut menanggapi pernyataan Mensos Risma.

Namun, ia mengaku tidak kaget dengan ancaman tersebut karena merasa sosok mantan Wali Kota Surabaya itu rasis dengan Papua.

“Ga kaget. Bu Risma emang rasis sama Papua kok,” tulis akun @VeronicaKoman dalam cuitannya pada Selasa (13/7/2021)

Kemudian, Veronica juga menulis tentang pengalamannya saat Risma memaksa mengeluarkan ratusan mahasiswa Papua dari Surabaya pada Desember 2018 lalu.

Kala itu, Veronica yang menjadi pengacara dari 233 mahasiswa Papua mengaku terusir dari Surabaya.

“2 Desember 2018: jajaran Bu Risma bersama Polri dan TNI mengeluarkan paksa seratus lebih mahasiswa Papua dari kota Surabaya sebagai syarat lepasnya 233 mahasiswa Papua yang di tangkap massal,” ujar Veronica.

“Risma yang mengusir mahasiswa Papua dari kota Surabaya. Saya yang jadi pengacara 233 mahasiswa Papua yang di usir dan bernegosiasi dengan orang-orang utusan Risma,” imbuhnya.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *