Warga Kecewa, Irigasi P3-TGAI Desa Durenan Diduga Tak Berpondasi

oleh -1407 Dilihat
Warga Kecewa, Irigasi P3-TGAI Desa Durenan Diduga Tak Berpondasi
Bangunan mulai retak (Foto:ek/SuryaNenggala)

Warga Kecewa, Irigasi P3-TGAI Desa Durenan Diduga Tak Berpondasi

www.suryanenggala.id-Magetan. Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) adalah program perbaikan, rehabilitasi atau peningkatan jaringan irigasi dengan berbasis peran serta masyarakat petani. Program ini dilaksanakan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air, Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air atau Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air.

P3-TGAI dilaksanakan guna mendukung kedaulatan pangan nasional sebagai perwujudan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor strategis ekonomi domestik. Sebagaimana termuat dalam program nawa cita ke tujuh, melalui pemberdayaan masyarakat petani dalam perbaikan, rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi secara partisipatif di wilayah pedesaan.

Baca juga:
Warga Kecewa, Irigasi P3-TGAI Desa Durenan Diduga Tak Berpondasi

Program ini secara partisipatif merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat petani secara terencana dan sistematis untuk meningkatkan kinerja pengelolaan jaringan irigasi. Proses pemberdayaan dimulai dari perencanaan, pelaksanaan konstruksi, pengawasan, dan pengelolaan jaringan irigasi dengan melibatkan peran serta masyarakat sebagai pelaksana kegiatan.

Namun sangat miris, berbanding terbalik dengan tujuan Program dari Pemerintah ini. Pelaksanaan P3-TGAI di Desa Durenan Kecamatan Sidorejo Kabupaten Magetan ini terkesan amburadul. Pasalnya, Jaringan irigasi yang baru selesai pembangunannya diduga tak berpondasi. Sebagian badan saluran sudah mulai retak. Dikhawatirkan fisik bangunan tidak akan awet dan sangat berpotensi ambrol.

Warga Kecewa, Irigasi P3-TGAI Desa Durenan Diduga Tak Berpondasi
Tak nampak pondasi dibawah pasangan badan saluran
Warga Kecewa, Irigasi P3-TGAI Desa Durenan Diduga Tak Berpondasi
Sampah organik yang diduga untuk urugan

Sesuai yang disampaikan warga sekitar pada jum’at, 18/6/2021. Ketika ditemui, ia menjelaskan bahwa sudah berkali – kali mengingatkan kenapa tidak ada pondasinya. “itu hanya diletakkan diatas tanah, malah kalau ada yang jongglang (level tanah turun.red) diurug dengan sisa – sisa sampah. Itu nanti kalau sampahnya membusuk, bisa-bisa ambrol salurannya. Itu pun tukangnya masih menyangkal tidak. “terangnya.

Ketika Surya Nenggala Media mencoba crosscek dilokasi, ternyata benar. Bangunan saluran diduga tak berpondasi. Yang lebih miris lagi tampak pasangan banyak yang berongga tidak terisi spesi / capuran perekat.

Sempat beredar isu jika dalam pengerjaannya diborongkan. Untuk itu, Surya Nenggala Media akan menemui Kepala Desa Durenan guna konfirmasi lebih lanjut terkait isu yang beredar.

(MD)

Response (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *