Bupati Solok Cabut Kepala Puskesmas Yang Menolak Pasien

oleh -133 Dilihat
Bupati Solok Cabut Kepala Puskesmas Yang Menolak Pasien
Sumber: republika.co.id

Bupati Solok Cabut Kepala Puskesmas Yang Menolak Pasien

www.suryanenggala.id-Bupati Solok Cabut Kepala Puskesmas Yang Menolak Pasien. Sumatera Barat (Sumbar) Epyardi Asda menonaktifkan Kepala Puskesmas Tanjung Bingkuang, Yuliarni usai diduga menolak pasien korban kecelakaan di atas pukul 17.00 WIB karena di luar jam dinas.


Pemecatan itu langsung ia sampaikan di tengah luapan amarahnya di hadapan Yuliarni dan belasan petugas Puskesmas. Ia juga menginstruksikan semua petugas Puskesmas tersebut dipindahtugaskan seketika.
“Nonaktifkan dia (Yuliarni). Sekarang ini ganti semuanya yang ada di sini. Ini perintah saya. Dan dia hentikan dari sekarang sebagai Kepala Puskesmas. “kata Epyardi Selasa (15/6).

Baca juga:


Peristiwa itu awalnya saat Epyardi menyidak Puskesmas Tanjung Bingkuang usai menerima laporan warga yang ditolak karena di atas jam dinas. Epyardi kesal, sebab mestinya instalasi gawat darurat (IGD) beroperasi 24 jam.
Di hadapan Kepala Puskesmas dan petugas lain, Epyardi seketika marah-marah setelah menerima keterangan mereka.
“Tapi kan ini dinas. Kalau yang di sini harus ada 24 jam. Di mana-mana di dunia yang namanya IGD 24 jam. Salah kamu. Susah pelayanan saya kepada masyarakat. “ujarnya.


Dalam kedatangannya, Epyardi juga mendapati surat pernyataan yang ditandatangani semua petugas Puskesmas yang menolak bekerja di atas pukul 17.00 WIB. Ia menyebut pola birokrasi tersebut sebagai lingkaran setan yang ditinggalkan pemerintahan lama.


Padahal, terkait kesehatan, ia telah memberi kebebasan kepada jajarannya untuk memperbaiki pelayanan. tapi, banyak bawahannya yang tidak menghiraukan.
“Ini tadi ada surat, pernyataan tidak mau tugas, ditandatangani, ini lah birokrasi lingkaran setan. Ini yang saya sedihkan. “ucap Epyardi.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *