Gelar Focus Group Discussion, Staf Ahli Kasad: ini Tentang Pertahanan Siber

oleh -457 Dilihat
Focus Group Discussion "Memperkuat Pertahanan Siber" dalam mendukung tugas pokok TNI AD. (Foto/Humas TNI)

Gelar Focus Group Discussion, Sahli Kasad: ini Tentang Pertahanan Siber

www.suryanenggala.id – Jakarta. Staf Ahli Kasad Bidang Intelkam dan Siber menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertemakan “Memperkuat Pertahanan Siber dalam rangka mendukung tugas Pokok TNI AD”, bertempat di Hotel Grand Mercure Harmoni. Jakarta , Rabu (24/03/2021).

Staf Ahli Kasad Bidang Intelkam dan Siber gelar Focus Group Discussion (FGD) bertemakan “Memperkuat Pertahanan Siber dalam rangka mendukung tugas Pokok TNI AD” (dok:Humas TNI)

Dalam keterangan tertulisnya koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Kasad Letjen TNI Besar Harto Karyawan, S.H., M.Tr. (Han), yang dibacakan Pati Ahli Kasad tingkat III Bidang Intekmil dan Siber, Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah, menjelaskan perkembangan dan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di era industri 4.0 pada saat ini sudah memasuki semua aspek kehidupan masyarakat di dunia. Pemanfaatan TIK tersebut mendorong terbentuknya satu komunikasi yang terhubung secara elektronik dalam satu ruang yang sering disebut ruang siber (cyber space).

“Dengan memperhatikan hal di atas, ruang siber perlu mendapatkan perlindungan yang layak guna mengindari potensi yang dapat merugikan pribadi, organisasi bahkan negara,” ujarnya.

Selanjutnya Koorsahli Kasad, menjelaskan bahwa istilah pertahanan Siber muncul sebagi upaya untuk melindungi diri dari ancaman dan gangguan tersebut. Pertahanan Siber bertingkat dari lingkup perorangan, kelompok kerja, organisasi sampai dengan skala nasional. Perhatian yang khusus diberikan pada sektor yang mengelola infrastruktur kritis seperti pertahanan keamanan, energi, transportasi, sistem keuangan, dan berbagai layanan publik lainnya. Gangguan pad sistem elektronik pada sektor-sektor ini bisa menyebabkan kerugian ekonomi, turunnya tingkat kepercayaan kepada pemerintah, terganggunya ketertiban umum dan lain-lain.

FGD yang sangat kondusif, menghadirkan 4 (empat) narasumber, yakni: Dirjen PPI Kemenkominfo RI, Prof. Dr. Ahmad M. Ramli Kepala BSSN Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian yang diwakilkan kepada Direktur PIIFD BSSN, Brigjen TNI Bondan Widiawan Dansat Siber TNI, Brigjen TNI (Mar) Syaf Yanu Hamdani, dan Adri Gautama dari CISCO.

Dirjen PPI Kemenkominfo RI, Prof. Dr. Ahmad M. Ramli mengatakan, bahwa penyebaran hoaks, termasuk hoaks tentang virus Corona sangat tinggi. Hoaks merupakan satu problem bagi bangsa Indonesia yang harus dapat diatasi.

Dansat Siber TNI, Brigjen TNI (Mar) Syaf Yanu Hamdani menyebutkan, terkait tren serangan Siber, yang meliputi critical sampai 4,01% (jumlah serangan 7.348.042), medium 4,74% (jumlah serangan 8.666.600), dan low 91,25% (dengan jumlah serangan 167.006.046). Sedangkan disisi lain Adri Gautama menguraikan tentang kebijakan keamanan Siber, tata kelola dan kepemimpinan untuk perwira senior.

Sementara Kepala BSSN yang disampaikan Direktur PIIFD BSSN, Brigjen TNI Bondan Widiawan, dalam paparannya merekomendasikan beberapa penguatan pertahanan Siber untuk TNI diantaranya, security Awareness menjadi kunci pencegahan, Informasi Sensitif (Intelijen) menjadi Komoditas target serangan, menjadi keamanan infrastruktur informasi kritikal di TNI, membangun kapabilitas ofensif TNI di ruang siber. Membangun kapabilitas tanggap insiden Siber dan membangun kolaborasi dengan. Komunitas dan pemangku kepentingan.

(TK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *