Mengenal Piriformis Syndrome Penyakit Karena Kelamaan Duduk

oleh -390 Dilihat
Sumber : Tiktok @nisaaaaa

Mengenal Piriformis Syndrome Penyakit Karena Kelamaan Duduk

www.suryanenggala.id – Surabaya. Belakangan ini viral sebuah video yang menampakkan seorang mahasiswa yang diketahui bernama Annisa yang menceritakan kondisinya yang sedang mengidap piriformis syndrome melalui akun TikTok-nya @Nisaaaaa.

Dalam unggahan video TikTok-nya, Anisa mengaku setiap hari duduk lebih dari 15 jam dan tidur paling lama hanya 5 jam. Ia juga mengaku tidak pernah olahraga sampai akhirnya ia didiagnosis dokter menderita penyakit piriformis syndrome.

“Duduk dari pagi sampai pagi lagi and surprise piriformis syndrome. Wajib renang seminggu sekali dan harus terapi tiap minggu, ” ungkap Annisa melalui akun TikToknya.

Di ketahui Piriformis Syndrome atau sindrom piriformis merupakan kumpulan gejala yang disebabkan oleh tekanan pada saraf di punggung bagian bawah oleh otot piriformis. Kondisi ini ditandai dengan nyeri dan mati rasa yang muncul di bokong serta bagian belakang tungkai.

Dikutip dari Alodokter, otot piriformis terletak di bokong, dekat dengan sendi pinggul. Otot ini berperan penting membantu pergerakan tubuh bagian bawah dan menjaga keseimbangan.

Sindrom piriformis sendiri terjadi ketika otot piriformis cedera dan mengalami peradangan. Sehingga menekan saraf skiatik, yaitu saraf yang berawal dari sumsum tulang belakang dan memanjang hingga bokong dan tungkai.

Lalu apa yang menjadi penyebab penyakit Piriformis Syndrome bisa terjadi di tubuh kita? Adapun beberapa aktivitas dan kondisi yang bisa meningkatkan risiko sindrom piriformis, antara lain sebagai berikut :

1. Mengangkat beban berat

2. Melakukan gerakan berulang pada tungkai

3. Sering duduk dalam waktu lama atau naik tangga

4. Melakukan gerakan berputar tiba-tiba pada pinggul

5. Terbentur pada otot piriformis

6. Mengalami kecelakaan saat berkendara

7. Jatuh

Selain diatas adapun gejala-gejala yang menjadi tolak ukur seseorang terkena Piriformis Syndrom adalah sebagai berikut :

1. Mati rasa dan kesemutan di bokong hingga tungkai

2. Nyeri bokong saat duduk sehingga tidak nyaman

3. Nyeri bokong hingga tungkai yang memburuk saat duduk lama

Pada kondisi yang lebih parah, nyeri bokong dan tungkat bisa menyebabkan seseorang kesulitan beraktivitas sehari-hari.

(TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *