Pengelola PAMSIMAS Desa Klumutan Menjadi Sorotan Warga, Diduga Tidak Transparan
www.suryanenggala.id –Madiun.Pengelolaan PAMSIMAS Tirto Pinunjul Desa Klumutan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, mulai menjadi sorotan. Hasil investigasi awal mencatat sedikitnya 322 pelanggan aktif, dengan pembayaran bulanan bervariasi sekitar Rp40 ribu hingga Rp145 ribu per pelanggan.
Persoalan utama bukan hanya besarnya iuran, tetapi sejauh mana seluruh penerimaan dan pengeluaran dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.
Dari laporan keuangan bulanan yang diperoleh, terdapat sejumlah pos pengeluaran yang perlu diuji, di antaranya biaya servis/pemeliharaan, kontrol air dan penarikan iuran, listrik, honor, serta berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Selain itu, terdapat informasi mengenai aliran dana Rp1 juta setiap tahun ke Kas Desa dan Rp1 juta ke Kas Dusun.
Kepala Desa Klumutan, Agus Proklamanto, membenarkan adanya dana yang masuk ke desa.

“Selain untuk menunjang kegiatan sosial di wilayah dusun memang ada dana Rp1 juta yang diserahkan ke Desa,” ujarnya.
Namun, persoalan transparansi masih menjadi tanda tanya. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku tidak mengetahui secara pasti kondisi keuangan PAMSIMAS.
“Saya tidak tahu mas terkait pengelolaan dana dan sisa kas ada berapa…” ujarnya.
Investigasi juga perlu mencocokkan pembacaan meter pelanggan dengan pembayaran. Mekanisme yang disampaikan menggunakan tarif Rp2.000 per meter kubik ditambah beban tetap Rp10.000. Karena itu, setiap tagihan idealnya dapat ditelusuri dari angka meter, jumlah tagihan, uang yang diterima hingga pencatatannya dalam buku kas atau rekening.

PAMSIMAS bukan sekadar persoalan air mengalir. Di dalamnya terdapat uang masyarakat yang harus dikelola secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Baca Juga :
Kini pertanyaan publik semakin jelas: berapa total penerimaan PAMSIMAS dari 322 pelanggan, berapa yang telah dikeluarkan, berapa saldo sebenarnya, dan ke mana saja aliran dananya?
(Ibn)
