Bukan Cuma Voli, Bahana Bersahaja Ke-6 di Dempelan Hidupkan Kembali Gobak Sodor

oleh -81 Dilihat
Bukan Cuma Voli, Bahana Bersahaja Ke-6 di Dempelan Hidupkan Kembali Gobak Sodor

Bukan Cuma Voli, Bahana Bersahaja Ke-6 di Dempelan Hidupkan Kembali Gobak Sodor

www.suryanenggala.id – Madiun. Pemerintah Kabupaten Madiun kembali melangsungkan program Bhakti Harmoni Bersahaja (Bahana Bersahaja). Memasuki gelaran keenam, kegiatan ini dipusatkan di Desa Dempelan, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, selama dua hari pada Selasa–Rabu (21–22/7/2026).

Rangkaian acara diawali pada Selasa sore di lapangan desa Dempelan dengan peninjauan pasar murah dan stan UMKM, pertunjukan seni pencak silat, senam komando, di lanjutkan sarasehan bersama warga pada malam harinya.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi, Sekretaris Daerah (Sekda), para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat se-Kabupaten Madiun, serta Kepala Desa se-Kecamatan Madiun.

Berbeda dari pelaksanaan Bahana Bersahaja sebelumnya yang identik dengan olahraga bola voli, kali ini perhatian tertuju pada permainan tradisional gobak sodor. Olahraga tradisional ini diikuti langsung oleh jajaran pejabat Pemkab Madiun bersama warga local.

Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi, menegaskan bahwa Pemkab Madiun tidak pernah membatasi jenis kegiatan olahraga dalam Bahana Bersahaja, selama mengandung nilai kearifan lokal.

“Prinsipnya, Bahana Bersahaja adalah ruang bagi pemerintah daerah—Pak Bupati, saya, Pak Sekda, Forkopimda, dan OPD—untuk berkunjung serta bersua langsung dengan masyarakat desa. Kebetulan di Desa Dempelan ini seru karena ada olahraga tradisional gobak sodor,” ujar Purnomo Hadi di sela-sela kegiatan.

Wabup mengapresiasi keterlibatan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Madiun dalam kegiatan ini. Menurutnya, gobak sodor bukan sekadar permainan jadul, melainkan cabang olahraga tradisional yang patut diperjuangkan agar bisa berjenjang hingga tingkat nasional, bahkan masuk Pekan Olahraga Nasional (PON).

Sebagai langkah awal, Pemkab Madiun bersama KORMI berencana memasyarakatan gobak sodor di wilayah Madiun, salah satunya lewat rencana perlombaan antar-pelajar SD dan SMP di akhir tahun.

“Gobak sodor ini melatih kejujuran dan strategi. Kami ingin memasyarakatkannya di Kabupaten Madiun. Semoga bisa booming dan dilirik daerah lain hingga menjadi olahraga pilihan di tingkat nasional,” lanjutnya.

Turut terjun langsung bermain bersama anak-anak dan warga, Purnomo mengaku mendapatkan impresi dan nilai moral yang kuat dari permainan tersebut. Menurutnya, dibutuhkan chemistry serta kekompakan penuh agar tim pertahanan maupun penyerang bisa meraih kemenangan.

“Luar biasa! Dalam defense, lima orang harus bekerja sama menutup celah lawan. Begitu juga saat menyerang, kita tidak boleh egois. Ini menginspirasi bahwa teamwork, sinergi, dan kolaborasi adalah kunci utama untuk mencapai tujuan positif,” tutur Wabup.

Meski mengaku baru pertama kali memainkan gobak sodor secara resmi di era kepemimpinannya—bahkan lupa apakah pernah memainkannya saat kecil—Purnomo optimistis nilai-nilai kebersamaan dari permainan tradisional ini dapat memotivasi masyarakat Madiun.

( Pras )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *