Heboh di Alun-Alun Reksogati, Duel Sengit Dua Pimpinan Madiun Berakhir Tak Terduga

oleh -181 Dilihat
Heboh di Alun-Alun Reksogati, Duel Sengit Dua Pimpinan Madiun Berakhir Tak Terduga

Heboh di Alun-Alun Reksogati, Duel Sengit Dua Pimpinan Madiun Berakhir Tak Terduga

www.suryanenggala.id – Mejayan. Deru mesin dan adu kecepatan yang tidak biasa tersaji di depan Alun-alun Reksogati, Caruban, Minggu (19/7). Bupati Madiun, Hari Wuryanto, sukses memenangi laga ekshibisi balap lurus alias drag race melawan Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Fery Sudarsono, di Jalan M.T. Haryono.

Aksi adu cepat kedua pucuk pimpinan daerah tersebut menjadi pembuka gelaran Rookie Drag Competition Bupati Cup 2026. Sebelum kompetisi resmi dimulai, baik Bupati maupun Ketua DPRD turun langsung ke sirkuit non-permanen untuk menjajal keandalan lintasan.

Persaingan sengit sejatinya sudah terasa sejak keduanya berada di garis start. Sayangnya, akibat tensi kompetisi yang tinggi, Fery Sudarsono harus merelakan kemenangan kepada sang bupati. Ketua DPRD terkena diskualifikasi lantaran mencuri start (jump start) sebelum lampu hijau menyala. Situasi tersebut membuat Hari Wuryanto—yang akrab disapa Mas Hari Wur—melenggang mulus menyentuh garis finis terlebih dahulu.

“Ini ajang yang luar biasa. Selain untuk memeriahkan hari jadi, kami ingin kompetisi ini menjadi wadah bagi generasi muda pencinta otomotif untuk menyalurkan bakat mereka secara positif,” ungkap Mas Hari Wur seusai balapan.

Gelaran yang diinisiasi dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun ini mendapat respons luar biasa. Tercatat sebanyak 271 pembalap dari berbagai wilayah turun gunung. Tak hanya jagoan lokal Madiun, para petarung lintasan lurus dari berbagai daerah di Jawa Timur hingga Jawa Tengah turut ambil bagian demi beradu gengsi.

Heboh di Alun-Alun Reksogati, Duel Sengit Dua Pimpinan Madiun Berakhir Tak Terduga

Kompetisi kali ini memperlombakan empat kelas utama, antara lain:
Kelas Rookie
Kelas Bracket
Kelas Mix Rider

Kelas Rookie Lokal (yang paling dinanti penonton domestik)
Bupati Madiun menambahkan, kehadiran para pembalap luar daerah menjadi tolok ukur penting bagi perkembangan olahraga motor di Bumi Kampung Pesilat. Melalui kompetisi ini, talenta lokal diharapkan dapat menguji mental sekaligus mengukur kemampuan mereka.

“Melalui ajang ini kita ingin memacu prestasi yang luar biasa. Jadi, pembalap lokal bisa tahu sejauh mana kemampuan mereka ketika harus berkompetisi dengan peserta dari beberapa daerah,” imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten Madiun berharap kejuaraan ini tidak sekadar menjadi agenda musiman, melainkan dapat bergulir secara berkelanjutan demi menjaring bibit-bibit pembalap berprestasi. Di sisi lain, selain menjadi panggung unjuk gigi bagi pencinta kecepatan, event berskala regional ini juga diproyeksikan mampu mendongkrak perputaran ekonomi masyarakat serta pelaku UMKM di sekitar kawasan Caruban.
( Pras )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *