Rayakan Hari Jadi ke-458, Kabupaten Madiun Cetak Inovator Masa Depan Lewat Ajang Inotek 2026
www.suryanenggala.id – Madiun. Peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458 dimeriahkan dengan atmosfer kreativitas yang tinggi. Bertempat di halaman Kampus Caruban Universitas Sebelas Maret (UNS), gelaran Pameran Inovasi serta Penganugerahan Pemenang Lomba Inovasi dan Teknologi (Inotek) Kabupaten Madiun 2026 sukses diselenggarakan secara meriah pada Kamis (16/7).
Ajang tahunan ini menjadi panggung apresiasi bagi puluhan inovator dari berbagai kalangan—mulai dari generasi muda, akademisi, sektor swasta, hingga instansi pemerintah—yang sukses menciptakan solusi konkret demi kemajuan daerah.
“Target utama dari sebuah inovasi bukan sekadar kebaruannya, melainkan seberapa besar dampak positif yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas,” ujar Bupati Madiun, Hari Wuryanto.
Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Mas Hari Wur ini menekankan pentingnya beradaptasi di era digital agar daerah tidak tertinggal. Beliau mengapresiasi deretan karya teknologi tepat guna yang dipamerkan, seperti:
Sistem pembayaran pajak digital berbasis real-time.
Teknologi mutakhir pendeteksi tuberkulosis (TBC) via analisis suara batuk.
Terobosan di bidang manajemen sampah dan optimalisasi layanan kesehatan.
Mas Hari Wur juga mengingatkan generasi muda agar memegang kendali atas teknologi, bukan sebaliknya. “Gunakan teknologi digital sebagai sarana menciptakan nilai tambah. Ingat, digital itu alat untuk mencapai tujuan, jadi kreativitas kita tidak boleh berhenti,” pesannya.
Baca Juga :


Di sisi lain, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Madiun, Sodik Heri Purnomo, memaparkan bahwa Inotek 2026 merupakan wujud implementasi dari PP Nomor 38/2017 serta Perbup Madiun Nomor 11/2024.
Kompetisi yang berlangsung pada 8–12 Juni lalu ini berhasil menjaring lebih dari 50 peserta yang terbagi ke dalam empat kategori utama.
“Fokus kami adalah melahirkan teknologi tepat guna yang mampu memangkas birokrasi, mempercepat layanan, serta meningkatkan transparansi publik,” tutur Sodik.
Pemilihan UNS Kampus Caruban sebagai lokasi acara juga bukan tanpa alasan. Langkah ini menjadi strategi penguatan sinergi antara akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah (triple helix). Sodik berharap kolaborasi ini dapat membawa karya-karya inovatif masuk ke tahap hilirisasi industri untuk mendongkrak ekonomi lokal. Tak main-main, Bapperida membidik target agar ajang Inotek tahun depan bisa naik kelas ke skala nasional.
Acara yang diawali dengan atraksi pencak silat khas Madiun dan prosesi potong pita ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat penting, di antaranya:
Sekda Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto beserta jajaran asisten, staf ahli, kepala OPD, dan camat.
Pemimpin Cabang Bank Jatim Caruban, Wiediawan Fendianto.
Dekan Sekolah Vokasi UNS Kampus Madiun, Prof. Herman Saputro.
Selain penyerahan piala kepada para jawara Inotek 2026, agenda kemarin juga diisi dengan agenda penting lainnya, seperti penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara UNS dengan beberapa satuan kerja Pemkab, penyerahan Beasiswa Bersahaja untuk mahasiswa berprestasi, serta peninjauan langsung stan pameran teknologi oleh rombongan bupati.
( Pras )
