Atasi Pengangguran, Pemkab Madiun Luncurkan Inovasi “Selai Pisang Raja”: Lulus Pelatihan Vokasi Langsung Kontrak Kerja
www.suryanenggala.id – Madiun. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun terus bergerak cepat dalam menekan angka pengangguran. Bertempat di Aula Kantor Kepala Desa Ngampel, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, pada Kamis (16/07/2026), Pemkab Madiun melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian (Disnakerin) resmi meluncurkan inovasi “Selesai Pelatihan Vokasi Langsung Kontrak Kerja” yang disingkat “Selai Pisang Raja”.
Peluncuran inovasi ini dibarengi dengan penutupan Pelatihan Menjahit Upper Sepatu Gelombang 3. Program strategis ini berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja serta Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 8 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Berbasis Kompetensi.
Kepala Disnakerin Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto, menjelaskan bahwa tujuan utama dari pelatihan ini adalah meningkatkan kualitas SDM, produktivitas tenaga kerja, mengembangkan kompetensi yang meliputi ilmu, keterampilan, dan sikap, serta mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Madiun secara riil.
“Pelatihan ini telah dimulai sejak 24 Juni 2026 dan berlangsung selama 20 hari atau setara 160 jam pelajaran. Seluruh kegiatan didanai oleh Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2026,” ujar Arik.
Arik menambahkan, antusiasme masyarakat sangat tinggi di mana terdapat sekitar 150 pendaftar. Melalui proses seleksi ketat hasil kolaborasi antara Disnakerin, LPK Sinergi Abadi, dan PT Golden Step Indonesia, tersaring 50 peserta terbaik. Pada saat pembukaan, terdapat 43 peserta yang hadir, sementara 7 peserta yang tidak bisa melanjutkan langsung diganti untuk memastikan seluruh peserta yang bergabung benar-benar berniat bekerja.
Langkah ini dinilai jauh lebih efektif untuk penyerapan tenaga kerja secara cepat dibanding hanya mengarahkan peserta ke sektor wirausaha yang masih membutuhkan modal besar. Berdasarkan data teknis, PT Golden Step Indonesia saat ini telah menyerap 400 tenaga kerja dan masih membutuhkan hingga 1.000 lowongan kerja. Ke depan, Disnakerin berencana memperluas kolaborasi dengan SMK-SMK di Kabupaten Madiun yang memiliki basis pelatihan menjahit.
Baca Juga :



Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi, yang hadir langsung dalam acara tersebut menegaskan bahwa program ini merupakan wujud kebijakan konkret dari Bupati Madiun yang didelegasikan melalui Disnakerin. Pengentasan pengangguran menjadi satu dari lima program utama yang menjadi fokus kepemimpinannya.
“Salah satu program utama kami adalah bagaimana pemerintah mampu mengadakan inovasi untuk mengurangi pengangguran di Kabupaten Madiun. Caranya, pertama dengan melonggarkan hilirisasi investasi. Kedua, mengadakan pelatihan-pelatihan padat karya yang sesuai dengan kebutuhan pabrik-pabrik yang berdiri di sini,” kata Purnomo Hadi.
Ia memberikan apresiasi tinggi karena setelah dilatih intensif selama 20 hari dan dinyatakan lolos uji, 50 warga Kabupaten Madiun tersebut bisa langsung menandatangani kontrak kerja dengan PT Golden Step Indonesia.
Keberhasilan inovasi ini juga dibuktikan dengan tren positif penurunan angka pengangguran di daerah tersebut. Purnomo mengungkapkan, dalam kurun waktu satu setengah tahun menjabat, Pemkab Madiun berhasil membalikkan keadaan. Jika sebelum mereka menjabat angka pengangguran Kabupaten Madiun berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Timur, saat ini angkanya sudah berhasil ditekan hingga berada di bawah rata-rata provinsi.
Terkait target ke depan, Wakil Bupati menegaskan bahwa Pemkab Madiun akan terus melakukan updating dan upgrading data pengangguran setiap bulannya guna mencari terobosan peluang kerja baru. Mengingat PT Golden Step Indonesia masih membutuhkan sekitar 600 tenaga kerja lagi dari total kuota 1.000 lowongan, ia menantang generasi muda Kabupaten Madiun untuk mengambil kesempatan ini.
“Melihat kuota lowongan yang masih banyak, Pemkab Madiun siap memfasilitasi dan memediasi. Namun, anak-anak kita juga harus punya kemauan, gereget, dan niat yang kuat. Kemampuan tanpa kemauan itu sulit. Ada kemauan, ada kesempatan, dan kami berusaha membuka kesempatan itu,” tegas Wabup.
Pihaknya berjanji akan terus membuka lowongan pekerjaan baik melalui skema kemitraan langsung dengan pabrik-pabrik di Madiun maupun melalui penyelenggaraan job fair.
“Ayo anak-anakku yang belum bekerja, manfaatkan ini. Berikan niatan yang baik bahwa kamu mau bekerja secara loyal demi meningkatkan taraf hidup dan strata sosial dirimu serta keluargamu,” punggung Purnomo Hadi.
( Pras
