Lewat Open House, Pemkab Madiun Genjot Sosialisasi Penerimaan Siswa Sekolah Rakyat
www.suryanenggala.id – Madiun. Langkah strategis diambil oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun guna memaksimalkan penjaringan peserta didik baru Sekolah Rakyat (SR) untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Salah satunya dengan menggelar agenda open house sebagai wadah sosialisasi langsung kepada masyarakat.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menjelaskan bahwa kegiatan open house ini dirancang agar para orang tua dan calon siswa dapat memahami lebih dalam mengenai mekanisme pembelajaran di Sekolah Rakyat, terutama konsep pendidikan berbasis asrama.
“Secara keseluruhan, kesiapan fasilitas sudah matang. Hanya saja untuk tingkat SD, jumlah calon siswa memang belum final karena ini program baru. Wajar jika sebagian orang tua masih merasa berat melepas anak-anak mereka tinggal di asrama. Kami berharap, setelah melihat langsung sarana dan sistem belajarnya melalui open house ini, orang tua bisa merasa lebih tenang dan yakin,” ungkap Hari saat meninjau lokasi kegiatan di Sekolah Rakyat Madiun, Kelurahan Nglames, Jawa Timur, Selasa (14/7/2026).
Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Madiun, perwakilan Kementerian Sosial (Kemensos) RI, serta Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur, Restu Novi Widiani. Kolaborasi antara Pemkab Madiun, Kemensos, dan Dinsos Jatim ini berfokus memberikan gambaran yang utuh kepada keluarga calon murid mengenai pola pendidikan berasrama di SR.
Mengenai infrastruktur fisik, Hari memaparkan bahwa pengerjaan gedung Sekolah Rakyat di wilayahnya sudah menyentuh angka 92 persen. Proyek ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir Juli 2026, bertepatan sebelum dimulainya operasional sekolah dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Baca Juga :



“Fisik bangunan tinggal menyisakan sekitar 8 persen lagi. Target kami pada 31 Juli nanti sudah selesai total dan siap difungsikan,” tambahnya.
Dari sektor tenaga pengajar, kesiapan juga terus dimatangkan. Saat ini sudah ada 30 guru bantu yang disiapkan untuk mengampu jenjang SD hingga SMA. Nantinya, jumlah ini akan diperkuat oleh tambahan tenaga pendidik yang didelegasikan langsung oleh Kementerian Sosial.
Di sisi lain, Kepala Dinsos Jatim, Restu Novi Widiani, menyebutkan bahwa angka pendaftaran calon siswa di seluruh wilayah Jawa Timur masih bersifat dinamis. Proses pemutakhiran data terus berjalan beriringan dengan penjaringan yang dilakukan oleh masing-masing pemerintah daerah. Selain di Madiun, proyek pembangunan 18 Sekolah Rakyat permanen di Jawa Timur juga sedang dikebut dengan progres rata-rata berkisar antara 90 hingga 91 persen, dan ditargetkan kelar pada akhir bulan ini.
Berdasarkan laporan terkini dari panitia pendaftaran di Madiun, kuota untuk jenjang SMP sebanyak 90 calon siswa sudah terpenuhi 100 persen. Untuk jenjang SMA, jumlah pendaftar telah mencapai 85 anak dari pagu yang disediakan sebanyak 90 siswa. Sementara itu, untuk jenjang SD baru tercatat 32 anak dari target kuota 90 siswa.
Selain mengakomodasi anak-anak dari wilayah Kabupaten Madiun, Sekolah Rakyat setempat juga membuka pintu dan menampung sejumlah calon peserta didik titipan yang berasal dari Kabupaten Ponorogo untuk mengenyam pendidikan di sana.
( Pras )
