Jaga Warisan Leluhur, Kelurahan Krajan Madiun Gelar Tradisi Nyadran

oleh -242 Dilihat
Jaga Warisan Leluhur, Kelurahan Krajan Madiun Gelar Tradisi Nyadran

Jaga Warisan Leluhur, Kelurahan Krajan Madiun Gelar Tradisi Nyadran

www.suryanenggala.id – Madiun. Di tengah gempuran era modernisasi, Pemerintah Kelurahan Krajan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, berkomitmen kuat menjaga adat istiadat warisan leluhur. Komitmen ini diwujudkan melalui gelaran tradisi tahunan Nyadran atau Bersih Kelurahan yang puncaknya berlangsung khidmat pada Jumat, 3 Juli 2026.

Acara yang didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ini dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Fery Sudarsono. Turut hadir jajaran Forkopimcam (Muspika) Kecamatan Mejayan, Lurah Krajan Tri Santoso beserta staf, serta perwakilan dari Kelurahan Bangunsari dan Kelurahan Pandean.

Antusiasme masyarakat Krajan tampak luar biasa. Warga memadati lokasi acara dengan diiringi alunan musik gamelan yang ritmis, pertunjukan seni Reog Ponorogo, hingga momen ikonik saat warga saling berebut gunungan sesaji sebagai bentuk rasa syukur.

Lurah Krajan, Tri Santoso, menjelaskan bahwa pelaksanaan Bersih Kelurahan tahun 2026 ini dikemas dalam rangkaian acara yang bersinergi sejak awal bulan.

“Alhamdulillah, rangkaian acara sudah dimulai sejak tanggal 1 Juli hingga hari Jumat ini sebagai hari H. Semua berjalan aman, kondusif, dan tertib berkat sinergi warga, lembaga kelurahan, serta jajaran Tiga Pilar yakni Babinsa dan Bhabinkamtibmas,” ujar Tri, Jumat (3/7/2026).

Berikut adalah rangkaian lengkap kegiatan Bersih Kelurahan Krajan 2026:
Rabu, 1 Juli 2026 (Malam Hari): Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Malam Tirakatan.

Kamis, 2 Juli 2026: Pada pagi hari, warga bergotong royong melakukan prosesi ” Nguras Sendang” yang dilanjutkan dengan selamatan/doa bersama untuk para leluhur. Pada malam harinya, suasana religius diperkuat dengan digelarnya Istigasah.

Jaga Warisan Leluhur, Kelurahan Krajan Madiun Gelar Tradisi Nyadran

Jumat, 3 Juli 2026 (Hari H): Memasuki puncak acara sejak pagi hingga siang, dilaksanakan ritual Sedekah Bumi dan kenduri (selamatan). Rangkaian acara kemudian dilanjutkan setelah ibadah salat Jumat dengan menggelar pentas seni Beksan atau Waranggono.

“Semoga untuk acara di tahun depan bisa berlangsung lebih meriah lagi, sekaligus untuk menyongsong Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Madiun,” tambah Tri.

Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Fery Sudarsono, memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi warga dan Pemerintah Kelurahan Krajan dalam menjaga tradisi ini. Politisi dari Fraksi PDI-P tersebut menegaskan bahwa Bersih Kelurahan merupakan warisan leluhur yang wajib dijaga keberlanjutannya.

“Ini adalah budaya yang harus betul-betul kita uri-uri (dijaga dan dilestarikan). Jangan sampai budaya yang sudah diciptakan oleh para sesepuh kita hilang begitu saja seiring dengan pergantian generasi,” tegas Fery Sudarsono.

Mengingat kegiatan ini berada di lingkup kelurahan, Fery berharap agar kebudayaan lokal seperti ini terus dijaga bersama dan diberikan wadah yang layak agar dapat berkembang pesat di Kabupaten Madiun.

Menanggapi aspirasi terkait adanya beberapa budaya lokal lain—seperti kesenian Dongkrek—yang dirasa masih kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah, Ketua DPRD memberikan catatan penting mengenai peran aktif masyarakat.

“Masyarakat tidak boleh hanya mengandalkan kehadiran pemerintah. Warga yang memiliki dan menghidupi budaya tersebut harus memiliki kesadaran kolektif untuk menjaga dan melestarikannya bersama-sama, demi warisan anak cucu di generasi selanjutnya,” pungkas Fery.

( Pras )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *