Aksi Brutal Manusia Silver di Kuta Viral, Alarm Bahaya untuk Keamanan Bali
Suryanenggala.id, Badung, Bali — Viral di media sosial, aksi brutal seorang manusia silver yang menodongkan senjata tajam kepada pengendara di traffic light Jalan Imam Bonjol–Sunset Road, Kuta, menjadi sorotan tajam publik. Peristiwa tersebut dinilai bukan sekadar gangguan ketertiban umum, melainkan sudah menjadi alarm serius terhadap keamanan di kawasan wisata internasional Bali. Minggu, 17/5/2026.

Dalam video yang beredar luas, pria bercat silver tampak mendatangi kendaraan yang berhenti di lampu merah sambil mengetuk kaca mobil dan mengacungkan pisau. Aksi itu memicu ketakutan pengguna jalan dan menuai kecaman keras masyarakat karena dianggap sudah mengarah pada tindakan premanisme jalanan.
Fenomena manusia silver sendiri sebenarnya bukan persoalan baru di Bali. Aktivitas mereka selama ini kerap dikeluhkan karena dianggap mengganggu arus lalu lintas hingga memaksa meminta uang kepada pengendara. Namun lemahnya pengawasan dan penertiban membuat keberadaan mereka terus menjamur di sejumlah titik strategis.
Polsek Kuta bergerak cepat mengamankan terduga pelaku kurang dari 24 jam setelah video viral tersebut menyebar. Pelaku diketahui bernama Andra Winata (26), seorang buruh asal Batujajar, Bandung Barat. Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa cairan cat silver dan atribut yang digunakan saat beraksi di jalanan.
Kasatpol PP Kasatpol PP Provinsi Bali, I Dewa Nyoman Rai Dharmadi mengakui penanganan manusia silver selama ini memang menghadapi berbagai kendala. Menurutnya, para pelaku sulit dikenali karena tubuh mereka tertutup cat silver. Namun alasan tersebut justru memunculkan kritik publik yang menilai aparat seharusnya mampu melakukan langkah antisipasi sebelum aksi kriminal terjadi.
“Kalau sudah membawa senjata tajam dan mengancam pengguna jalan, ini bukan lagi sekadar pelanggaran ketertiban umum. Ini sudah masuk tindakan pidana dan membahayakan masyarakat,” tegasnya. Minggu, 17/5/2026.
Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi aparat penegak perda maupun aparat keamanan di Bali. Kawasan Kuta yang selama ini dikenal sebagai ikon pariwisata dunia kini justru diwarnai aksi intimidasi di jalan raya yang dapat merusak citra keamanan Bali di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.
Banyak pihak mendesak agar penanganan manusia silver tidak lagi sebatas razia sesaat atau pembinaan formalitas. Aparat diminta bertindak lebih tegas dan terukur agar praktik yang meresahkan masyarakat tersebut tidak berkembang menjadi tindak kriminal yang lebih berbahaya.
Kepolisian hingga kini masih mendalami motif pelaku, termasuk pengakuannya yang menyebut dirinya diperintah seseorang bernama “Ujang”. Aparat juga diminta mengusut kemungkinan adanya jaringan atau pihak tertentu yang mengorganisir aktivitas manusia silver di sejumlah ruas jalan Bali.
