“Titik Tegas: Dugaan Upeti Hoaks, Pihak Pemilik THM Ladies K Minta Maaf ke Wartawan”

oleh -135 Dilihat

“Titik Tegas: Dugaan Upeti Hoaks, Pihak Pemilik THM Ladies K Minta Maaf ke Wartawan”

Suryanenggala.id, Ngawi — Titik menegaskan kepada publik bahwa tudingan terkait dugaan permintaan upeti terhadap Pemilik Karaoke Ladies K adalah tidak benar sama sekali. Isu ini muncul tanpa dasar dan sempat menimbulkan salah paham di masyarakat.

“Berita yang beredar, khususnya di media Terbitan.com, sangat menyesatkan. Sebelum adanya klarifikasi atau permintaan maaf dari pihak THM Ladies K, saya sudah ditekan oleh tudingan yang tidak berdasar. Tidak ada praktik pemaksaan atau upeti dari pihak saya sama sekali,” ujar Titik.

Titik menekankan, pemberitaan tersebut sempat menimbulkan salah paham di masyarakat dan merugikan reputasinya sebagai wartawan profesional. Ia menegaskan bahwa persoalan perizinan THM Ladies K yang kurang lengkap tidak ada hubungannya dengan tudingan upeti, dan seharusnya menjadi ranah pengawasan pemerintah serta Satpol PP.

“Sebagai wartawan, saya berkewajiban menyampaikan fakta. Tuduhan yang tidak berdasar jelas merugikan reputasi saya dan menyesatkan publik. Sementara persoalan perizinan adalah hal administratif yang harus ditangani sesuai prosedur,” tegas Titik.

Sebagai bentuk itikad baik, pihak pemilik THM Ladies K kemudian secara resmi meminta maaf kepada Titik melalui video klarifikasi yang diterima beberapa hari lalu. Pemilik THM menegaskan tidak ada niat untuk memfitnah atau menekan pihak manapun, sekaligus menyatakan bahwa sengketa telah diselesaikan secara kekeluargaan dan damai.

Momen perdamaian itu terlihat saat Keenan, pemilik THM, dan Titik bertemu langsung di salah satu kafe di Ngawi, Senin (11/5/2026). Pertemuan ini menjadi simbol rekonsiliasi dan penegasan bahwa komunikasi langsung lebih efektif daripada isu yang disebarkan secara salah atau berlebihan.

Titik menegaskan kembali, bahwa pemberitaan di Terbitan.com sebelum adanya permintaan maaf adalah hoaks dan menyesatkan publik. Ia mengingatkan masyarakat untuk lebih kritis dalam menerima informasi dan tidak langsung percaya pada spekulasi yang tidak diverifikasi.

Penyelesaian secara kekeluargaan ini menunjukkan bahwa klarifikasi dan komunikasi yang tepat jauh lebih efektif daripada isu yang dipelintir atau disebarkan sembarangan. Titik menegaskan, pihaknya siap menempuh jalur hukum jika ada pihak yang mencoba memanfaatkan isu ini untuk tujuan pribadi atau mencemarkan nama baiknya.

“Kasus ini menjadi pelajaran bahwa fakta selalu lebih kuat daripada gosip,” pungkasnya.

(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *