Fery Sudarsono Sebut Melek Digital Jadi Kunci Perjuangan Wong Cilik di Era Modern
www.suryanenggala.id –Madiun. Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madiun, Fery Sudarsono, menginstruksikan seluruh kader untuk segera beradaptasi dengan teknologi dan mendominasi ruang digital. Hal ini ditegaskannya dalam pembukaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) serentak yang berlangsung di halaman Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madiun, Senin (20/4/2026).
Fery menilai, perubahan pola komunikasi masyarakat saat ini menuntut partai untuk lebih adaptif. Kader tidak lagi bisa hanya mengandalkan pola politik konvensional untuk menjangkau pemilih.
“Kader harus melek digital. Kita perlu aktif di media sosial dengan narasi yang positif, edukatif, serta konsisten berpihak kepada Wong Cilik,” tegas Fery.
Lebih lanjut, Fery menekankan bahwa kehadiran kader di ruang digital juga berfungsi sebagai benteng pertahanan informasi. Pendekatan modern diperlukan untuk menangkal serangan hoaks dan disinformasi yang kian masif.
Menurutnya, strategi komunikasi yang responsif akan menjadi penentu sejauh mana partai bisa diterima oleh masyarakat luas, terutama di tengah arus informasi yang serba cepat.
Selain transformasi digital, Fery menyoroti pentingnya regenerasi dengan melibatkan Generasi Z dalam struktur kepengurusan. Ia memandang Gen Z memiliki karakter kritis dan penguasaan teknologi yang mampu membawa semangat perubahan bagi partai.
Namun, ia menggarisbawahi bahwa keterlibatan anak muda bukan berarti menepikan peran senior.
Baca Juga :
Generasi Muda: Sebagai motor inovasi dan penggerak teknologi.
Generasi Senior: Sebagai penjaga muruah dan arah perjuangan partai.
“Kolaborasi antara generasi senior dan penguatan peran anak muda adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan politik ke depan,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Madiun tersebut.
Melalui Musancab serentak ini, Fery berharap PDI Perjuangan Kabupaten Madiun mampu memperkuat basis dukungan akar rumput sekaligus memenangkan simpati publik demi menyongsong agenda politik mendatang.
(Pras)
