Wujudkan Madiun “Bersahaja”, Bupati Luncurkan Gerakan “SELAMAT ASRI” Melalui Perbup
www.suryanenggala.id – Jiwan. Pemerintah Kabupaten Madiun resmi meluncurkan gerakan SELAMAT ASRI (Selasa dan Jumat Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai langkah masif dalam menjaga kelestarian lingkungan. Peluncuran ini ditandai dengan aksi gowes bareng Bupati Madiun, Hari Wuryanto, bersama Wakil Bupati dan jajaran OPD dari Pendopo Muda Graha menuju lokasi kerja bakti, Jumat (17/4).
Selain bertujuan memasyarakatkan olahraga, aksi bersepeda ini juga mengusung misi efisiensi energi dengan mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
Gerakan ini bukan sekadar imbauan, melainkan diperkuat melalui Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 11 Tahun 2026 tentang Gerakan Selasa dan Jumat Bersih. Bupati Madiun, Hari Wuryanto (Mas Hari Wur), menegaskan bahwa regulasi ini bertujuan agar aksi bersih-bersih lingkungan berjalan serentak dan berkelanjutan di seluruh wilayah.
“Gerakan ini memenuhi visi misi kami dan selaras dengan arahan Presiden untuk mewujudkan Indonesia Asri. Dengan Perbup ini, kita harapkan Kabupaten Madiun yang ‘Bersahaja’ (Bersih, Sehat, dan Sejahtera) segera terwujud,” ujar Mas Hari Wur usai memimpin kerja bakti di SD Desa Kincang dan SMPN 1 Jiwan.
Implementasi SELAMAT ASRI mewajibkan seluruh elemen masyarakat untuk bergerak. Fokus kegiatan tidak hanya menyasar institusi pendidikan, tetapi juga mencakup:
- Lingkungan Perkantoran Pemerintah.
- Pemerintahan Desa.
- Hingga lingkup terkecil di tingkat RT dan RW.
Baca Juga :




Mas Hari Wur menekankan bahwa gerakan ini merupakan langkah preventif, terutama dalam menghadapi masa transisi musim yang rawan memicu munculnya jentik nyamuk dan penyakit. “Jika lingkungan bersih, risiko penyakit dapat ditekan. Kami ingin ini menjadi budaya rutin setiap Selasa dan Jumat,” tambahnya.
Untuk menjamin efektivitasnya, Pemkab Madiun telah menyiapkan mekanisme pengawasan ketat. Evaluasi akan dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat sekolah, kecamatan, hingga organisasi perangkat daerah (OPD).
Menariknya, progres gerakan ini akan dipantau langsung oleh pemerintah pusat.
“Setiap dua minggu sekali kami wajib menyampaikan laporan ke pusat, lengkap dengan dokumentasinya. Jadi, pelaksanaannya akan terus kami tanyakan dan pantau,” tegas Bupati.
Gerakan SELAMAT ASRI juga merupakan bentuk akselerasi daerah terhadap kebijakan nasional. Berdasarkan Perpres Nomor 12 Tahun 2025 , Indonesia menargetkan pengelolaan sampah nasional tuntas 100 persen pada tahun 2029.
“Kalau badan sehat dan lingkungan bersih, insyaallah pelayanan kepada masyarakat juga akan jauh lebih nyaman,” tutupnya.
(Pras)
