Pasca Tewasnya Balita di Saradan, Satu Unit Backhoe Disiagakan untuk Tutup Lubang Galian

oleh -179 Dilihat
Pasca Tewasnya Balita di Saradan, Satu Unit Backhoe Disiagakan untuk Tutup Lubang Galian

Pasca Tewasnya Balita di Saradan, Satu Unit Backhoe Disiagakan untuk Tutup Lubang Galian

www.suryanenggala.id – Madiun. Upaya penutupan bekas galian C di Dusun Purworejo, Desa Tulung, Kecamatan Saradan, mulai menunjukkan titik terang. Satu unit alat berat jenis backhoe telah disiagakan di lokasi sejak Rabu (15/4). Kendati demikian, proses pengurukan belum dapat dieksekusi lantaran terganjal belum adanya kesepakatan bulat dari warga setempat.

Ketua RT setempat, Kartono, mengonfirmasi bahwa meski alat berat sudah tiba, operasionalnya masih menunggu hasil musyawarah. Ia menjelaskan bahwa pemilik lahan, Sunarto, pada dasarnya telah memberikan lampu hijau terkait rencana reklamasi tersebut.

“Pemilik lahan sebenarnya sudah setuju, tinggal teknis waktu pelaksanaannya saja. Namun, saat ini kendalanya ada pada warga sekitar, khususnya pemilik lahan pertanian yang berbatasan langsung dengan lokasi galian,” ujar Kartono.

Kekhawatiran warga bersumber pada akses alat berat. Mengingat lokasi galian dikelilingi oleh area persawahan yang tengah produktif, warga khawatir mobilisasi alat berat akan merusak tanaman padi mereka. Guna mencari jalan tengah, Pemerintah Desa bersama warga berencana menggelar musyawarah lanjutan.

Pasca Tewasnya Balita di Saradan, Satu Unit Backhoe Disiagakan untuk Tutup Lubang Galian

“Masalahnya banyak sawah di sekeliling situ. Kalau dilewati alat berat, dikhawatirkan merusak tanaman. Nanti akan dimusyawarahkan lagi supaya ada solusi yang aman bagi semua pihak,” imbuhnya.

Di sisi lain, desakan agar pengurukan segera dilakukan terus menguat. Sadino, salah satu warga, menegaskan bahwa kehadiran backhoe tersebut merupakan hasil tekanan masyarakat yang tidak ingin lokasi maut tersebut tetap terbuka. Warga mulai dihantui kecemasan akan munculnya korban baru jika lubang bekas galian tidak segera ditutup.

“Itu (alat berat) datang atas permintaan warga. Setelah kejadian kemarin, kami tidak mau tahu, pokoknya harus segera ditutup. Kami tidak ingin ada korban lagi, jangan sampai prosedur yang berlarut-larut malah membahayakan jiwa,” tegas Sadino.

Untuk diketahui, lokasi bekas galian C ini telah merenggut dua nyawa dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Peristiwa terbaru menimpa Rizuka Putra Ramadhan (4) yang ditemukan tewas tenggelam pada Selasa (14/4). Sebelumnya, pada April 2025, seorang bocah bernama Rochmad Yusuf Alfarizal (11) juga mengembuskan napas terakhir di lokasi yang sama.

(Pras)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *