Balita 4 Tahun Ditemukan Tewas di Bekas Galian C Saradan, Lokasi Telah Menelan Dua Korban Jiwa
www.suryanenggala.id – Madiun. Kabar duka menyelimuti Desa Tulung, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Setelah dilaporkan hilang selama kurang lebih 20 jam, Rizuka Putra Ramadhan (4) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (14/4/2026) siang.
Jasad balita malang tersebut ditemukan sekitar pukul 14.30 WIB di sebuah kubangan bekas galian C yang hanya berjarak 60 hingga 100 meter dari kediamannya. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Brimob, SAR, dan warga setempat menemukan korban di kedalaman sekitar 4 meter.
“Jasad korban muncul ke permukaan saat petugas melakukan penyisiran menggunakan perahu karet dengan metode manuver di area genangan,” ujar Kapolsek Saradan, AKP Sukoco.
Begitu dievakuasi dan tiba di rumah duka, tangis histeris pecah dari pihak keluarga. Rizuka merupakan anak kedua dari pasangan Slamet dan Suwarni.
Detik-Detik Menghilangnya Rizuka
Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa bermula pada Senin (13/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, korban tengah berada di dalam rumah, sementara ibunya sedang mencuci pakaian di bagian belakang.
Baca Juga :



Pukul 14.30 WIB (Senin): Korban terakhir terlihat di dalam rumah.
Pukul 14.45 WIB (Senin): Ibu korban menyadari sang anak sudah tidak ada di tempat.
*Pukul 14.30 WIB (Selasa):Korban ditemukan meninggal dunia setelah pencarian intensif.
Tragedi ini kembali memicu sorotan tajam terhadap keberadaan bekas tambang galian C yang terbengkalai dan tidak dikelola dengan baik. Lokasi ini tercatat telah memakan korban jiwa sebanyak dua kali:
- Tahun 2025: Seorang siswa sekolah dasar tewas tenggelam setelah terpeleset saat bermain di area tersebut.
- Tahun 2026 (April): Rizuka Putra Ramadhan ditemukan meninggal di lokasi yang sama.
Saat ini, jenazah korban tengah diperiksa oleh tim ” nafis Polres Madiun “dan tenaga medis untuk memastikan penyebab pasti kematian.
Pihak kepolisian memberikan imbauan keras kepada pemerintah desa setempat agar segera melakukan langkah mitigasi atau penutupan akses di area berbahaya tersebut. Hal ini penting guna memastikan tidak ada lagi nyawa yang melayang di lokasi bekas galian yang tergenang air itu.
(Pras)
