Pemkab Madiun Genjot Hilirisasi Jagung untuk Cetak Wirausaha Baru dan Tekan Pengangguran
www.suryanenggala.id – Madiun. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) penguatan hilirisasi produk olahan jagung Langkah ini diambil sebagai strategi menciptakan embrio industri kecil sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan bahwa fokus utama kegiatan ini adalah memberikan nilai tambah (value added) pada hasil pertanian. Ia berharap komoditas jagung yang melimpah di Kabupaten Madiun tidak lagi hanya dijual dalam bentuk bahan mentah.
“Kita ingin meningkatkan nilai tambah produk pertanian. Melalui pelatihan ini, jagung bisa diolah menjadi berbagai produk seperti popcorn hingga chips (keripik) yang nantinya bisa diserap oleh pasar maupun perusahaan yang ada,” ujar Hari Wuryanto saat meninjau kegiatan, Selasa (7/4).
Selain fokus pada komoditas jagung, Pemkab Madiun juga tengah menyiapkan pelatihan pengolahan melon dan persiapan tes kerja bagi 85 peserta. Program-program ini menjadi instrumen utama pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran terbuka di wilayah tersebut.
Bupati memaparkan capaian positif pada tahun sebelumnya, di mana angka pengangguran di Kabupaten Madiun berhasil ditekan secara signifikan.
“Tahun lalu kita berhasil menurunkan angka pengangguran dari 4,22% menjadi kisaran 3%, atau turun sekitar 1,02%. Ini capaian luar biasa. Tahun ini target kita harus terus turun, sebisa mungkin di bawah rata-rata angka provinsi maupun nasional,” tambahnya.
Baca Juga :


Kegiatan yang menyasar warga dan pelaku usaha kecil ini selaras dengan visi Kabupaten Madiun “Bersahaja” (Bersih, Sehat, dan Sejahtera).
“Ini bukan sekadar pelatihan teknis, tapi upaya menciptakan wirausaha baru yang mandiri di sektor industri kecil. Kami ingin masyarakat punya kegiatan yang berorientasi pada peningkatan pendapatan,” jelasnya.
Dalam Bimtek ini, para peserta dibekali materi komprehensif, meliputi:
- Proses produksi yang higienis.
- Pemenuhan standar mutu produk.
- Strategi pemasaran dan kreativitas pengolahan.
Kepala Disnakerin Kabupaten Madiun memastikan bahwa peran pemerintah tidak berhenti pada pelatihan saja. Pihaknya berkomitmen melakukan pendampingan berkelanjutan, termasuk memfasilitasi kemudahan akses perizinan usaha serta penguatan jejaring pasar bagi para alumni pelatihan.
Dengan sinergi antara ketersediaan bahan baku lokal dan peningkatan kapasitas SDM, Pemkab Madiun optimistis sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM) akan menjadi motor penggerak utama dalam pemulihan ekonomi daerah.
(Pras)
