Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045, Bupati Madiun Tekankan Visi “BERSAHAJA” di Sarasehan Saradan

oleh -128 Dilihat
Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045, Bupati Madiun Tekankan Visi "BERSAHAJA" di Sarasehan Saradan

Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045, Bupati Madiun Tekankan Visi “BERSAHAJA” di Sarasehan Saradan

www.suryanenggala.id – Madiun. Pemerintah Kecamatan Saradan menggelar Sarasehan Penguatan Kapasitas Aparatur dan Sinergitas Lintas Sektor di Rumah Makan Orient Tarzan, Saradan, Kamis (12/2/2026). Agenda ini menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan pembangunan daerah dengan visi nasional Indonesia Emas 2045 dan program Nawa Bhakti Satya Provinsi Jawa Timur.

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Bupati Madiun, Hari Wuryanto, bersama Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, serta jajaran Muspika Kecamatan Saradan.

Keselarasan Visi Pusat dan Daerah
Dalam arahannya, Bupati Hari Wuryanto menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan nasional sangat bergantung pada sinkronisasi kebijakan di tingkat bawah. Ia meminta seluruh aparatur di Kecamatan Saradan untuk mampu menerjemahkan visi Kabupaten Madiun, yakni “BERSAHAJA” (Bersih, Sehat, dan Sejahtera), ke dalam program kerja nyata.

“Keselarasan visi pusat dan daerah adalah kunci percepatan pembangunan. Saradan memiliki posisi strategis sebagai wilayah penghubung antarprovinsi dengan potensi pertanian dan UMKM yang kuat. Jika pelayanan publik ditingkatkan, kami optimis wilayah ini berkembang lebih maju,” ujar Hari Wuryanto.

Transformasi Digital dan Pelayanan Publik
Senada dengan Bupati, Camat Saradan, Heri Kurniawan, menekankan bahwa tahun 2026 merupakan periode krusial untuk transformasi digital. Penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan publik menjadi prioritas guna menciptakan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan terpercaya.

“Kami ingin memastikan seluruh aparatur, mulai dari Forkopimcam hingga perangkat desa (BPD dan LPMKD), berada dalam satu frekuensi yang sama untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” kata Heri.

Fokus Bidang Kesehatan dan Pendidikan
Selain tata kelola pemerintahan, sarasehan ini menyoroti sejumlah target krusial dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM). Di bidang kesehatan, Kecamatan Saradan diinstruksikan untuk segera menuntaskan masalah mendesak, di antaranya:

  • Penanganan Stunting: Percepatan penurunan angka gagal tumbuh pada anak.
  • Sanitasi: Pencapaian status Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan.
  • Penyakit Menular: Penanganan kasus TBC secara intensif.
  • Imunisasi: Kesuksesan program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN).

Sementara di bidang pendidikan, penekanan dilakukan pada penekanan angka putus sekolah dan memastikan program wajib belajar 12 tahun berjalan maksimal bagi seluruh warga Saradan.

Menghadapi Tantangan dengan Kolaborasi
Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, menambahkan bahwa penguatan kompetensi teknis dan manajerial bagi aparatur desa sangat penting untuk menghadapi dinamika regulasi dan tuntutan masyarakat yang semakin tinggi.

“Kita harus menghilangkan ego sektoral. Pembangunan tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi aktif antara pemerintah, TNI/Polri, dunia usaha, hingga tokoh masyarakat melalui forum koordinasi rutin dan integrasi data,” jelas dr. Purnomo.

Melalui sarasehan ini, Pemerintah Kabupaten Madiun berharap komitmen kolektif yang terbangun dapat membawa Kecamatan Saradan menjadi wilayah yang maju, harmonis, dan berdaya saing, sekaligus menjadi kontributor nyata bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045.

(Pras)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *