Transformasi Bhakti Sosial, Pemkab Madiun Gebrak Awal Tahun 2026 dengan Program “Bahana Bersahaja” di Karangrejo

oleh -215 Dilihat
Transformasi Bhakti Sosial, Pemkab Madiun Gebrak Awal Tahun 2026 dengan Program "Bahana Bersahaja" di Karangrejo
DITJEN BINA KEUANGAN DAERAH

Transformasi Bhakti Sosial, Pemkab Madiun Gebrak Awal Tahun 2026 dengan Program “Bahana Bersahaja” di Karangrejo

www.suryanenggala.id – Madiun. Pemerintah Kabupaten Madiun resmi meluncurkan program inovasi terbaru bertajuk Bhakti Harmoni Bersahaja (BAHANA BERSAHAJA) pada Rabu (21/1/2026). Program ini merupakan transformasi dari program sebelumnya, Bhakti Sosial Terpadu (BST), yang kini tampil lebih adaptif, berkualitas, dan tepat sasaran tanpa menghilangkan esensi pelayanan langsung kepada masyarakat.

Desa Karangrejo, Kecamatan Wungu, terpilih menjadi lokasi perdana pelaksanaan program unggulan pasangan Bupati Hari Wuryanto dan Wakil Bupati Purnomo Hadi di awal tahun 2026 ini. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (21-22 Januari) ini diawali dengan olahraga bola voli bersama jajaran Forkopimda dan pembukaan resmi oleh Bupati Madiun.

Sarasehan: Wadah Serap Aspirasi dan Edukasi
Puncak acara hari pertama diisi dengan kegiatan Sarasehan pada Rabu malam yang dihadiri oleh ribuan warga Desa Karangrejo. Istimewanya, acara ini dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal (Ditjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri, Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si., bersama Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono, jajaran OPD, hingga tokoh masyarakat.

Transformasi Bhakti Sosial, Pemkab Madiun Gebrak Awal Tahun 2026 dengan Program "Bahana Bersahaja" di Karangrejo

Dalam sambutannya, Agus Fatoni memuji “Bahana Bersahaja” sebagai salah satu inovasi terbaik di Indonesia. “Ini forum yang sangat informal dan santai antara pemimpin dan masyarakat. Ada pelayanan kesehatan, kependudukan, hingga SIM yang memudahkan rakyat. Ini adalah modal sosial yang luar biasa untuk pembangunan,” ujar Fatoni.

Ia juga mengingatkan warga untuk waspada terhadap hoaks dan teknologi AI yang bisa memanipulasi informasi, serta mengajak warga menjauhi budaya ghibah dan fitnah demi menjaga kerukunan (guyub rukun) menjelang proses demokrasi di masa depan.

Mendengar Suara Rakyat Karangrejo
Dalam sesi sarasehan, perwakilan warga melalui LPMD, Bapak Darno, menyampaikan sejumlah aspirasi krusial bagi kemajuan Desa Karangrejo, di antaranya:

Infrastruktur & Irigasi: Pembangunan drainase di RT 19-23 Karangsemi, talud penahan tebing di RT 14 Lorokan, saluran pengairan di Sebranang, serta permohonan 2 unit sumur sibel untuk pengairan sawah.

Transformasi Bhakti Sosial, Pemkab Madiun Gebrak Awal Tahun 2026 dengan Program "Bahana Bersahaja" di Karangrejo

Kesehatan: Pengadaan 4 unit alat screening jantung (EKG) serta alat tensi dan timbangan untuk 4 titik Posyandu.
Keamanan & Lingkungan: Pengadaan 20 traffic cone, pita penggaduh, 5 titik warning light, 4 cermin tikungan, serta bibit pohon untuk penghijauan.
Budaya: Bantuan 1 set gamelan (Gong Pelog Slendro) untuk Paguyuban Seni Gambyong.

Respon Bupati: Pembangunan Berbasis Partisipasi
Menanggapi rentetan usulan tersebut, Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti aspirasi warga melalui dinas terkait, namun dengan catatan adanya tanggung jawab bersama.

“Pembangunan drainase dan jalan akan diprioritaskan bagi lingkungan yang menunjukkan kemauan menjaga kebersihan. Untuk talud yang menjadi wewenang pusat (BBWS), kami akan menjadi jembatan komunikasi,” tegas Bupati.

Transformasi Bhakti Sosial, Pemkab Madiun Gebrak Awal Tahun 2026 dengan Program "Bahana Bersahaja" di Karangrejo

Terkait kesehatan, Bupati menaruh perhatian khusus pada program Zero TBC 2028. Ia menginstruksikan bidan desa untuk aktif melakukan screening dini. Sementara di bidang budaya, Bupati menyetujui bantuan gamelan dengan syarat alat tersebut harus benar-benar digunakan untuk melatih generasi muda, bukan sekadar hiasan.

“Setiap pembangunan fisik harus diikuti dengan tanggung jawab sosial masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas tersebut demi kesejahteraan bersama,” tutup Bupati Hari Wuryanto di akhir sarasehan yang berlangsung hangat tersebut.

Program Bahana Bersahaja direncanakan akan menyambangi 11 kecamatan di seluruh Kabupaten Madiun sepanjang tahun 2026 guna memastikan pemerataan pembangunan dan kedekatan pemerintah dengan rakyatnya.

(Pras)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *