Dukung Gizi Nasional, Menteri KKP Tinjau Budidaya Bioflok di Madiun dan Targetkan Perluasan di 2026
www.suryanenggala.id -Madiun. Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono melakukan kunjungan kerja di Desa Luworo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, pada Rabu (31/12/2025). Dalam kunjungan tersebut, Menteri KKP meninjau langsung fasilitas sekaligus melakukan penebaran benih ikan pada program budidaya sistem bioflok.
Program bioflok ini digagas sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas budidaya ikan sekaligus mendukung visi Presiden Prabowo Subianto dalam pemenuhan gizi nasional.
Menter KKP Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa pembangunan budidaya tematik bioflok, khususnya untuk komoditas lele dan nila, bertujuan menyediakan sumber protein hewani berkualitas bagi masyarakat.

“Hasil dari budidaya bioflok ini nantinya akan dipasok untuk memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam rangka menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujar Menteri Trenggono dalam pernyataan resminya.
Ia menambahkan bahwa program ini tidak bersifat hibah murni, melainkan model pemberdayaan ekonomi melalui investasi yang dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) agar unit bisnisnya berkelanjutan. Hingga saat ini, tercatat sudah ada 100 titik bioflok di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dengan 40 titik di antaranya berada di Jawa Timur.
“Target kami, program ini akan menjangkau setiap desa pada tahun 2026 mendatang,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Madiun menyambut antusias program ini. Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengungkapkan bahwa sementara ini sudah ada empat desa di wilayahnya yang merealisasikan program bioflok tersebut.
“Alhamdulillah kita sudah difasilitasi. Ada empat desa yang sudah terealisasi, yakni Desa Luworo, Ngale, Buduran, dan Garon. Namun, yang sudah jadi sempurna 100 persen adalah di Desa Luworo ini,” ungkap Hari Wuryanto di lokasi.
Setiap paket bantuan di satu desa terdiri dari 24 kolam bioflok lengkap dengan bibit ikannya. Selain itu, dengan nilai anggaran Rp1 miliar per paket di atas lahan seluas 20 x 30 meter.
Baca Juga :
Bupati Hariwur berharap dengan adanya kepastian rantai pasok—mulai dari pembudidaya, pembeli, hingga pemanfaat—program ini dapat berjalan konsisten dan menciptakan generasi yang hebat melalui konsumsi protein ikan.
“Tadi sudah disampaikan Pak Menteri, insyaallah tahun depan seluruh desa akan mendapat program ini. Kami mohon dukungan media untuk terus mengawal agar masyarakat bersemangat mengembangkan budidaya ini,” tutupnya.
( Pras )
