DPRD dan Pemkab Madiun Sepakati KUA-PPAS 2026 sebagai Pedoman APBD

oleh -120 Dilihat
Foto : Pras / Suryanenggala Media

DPRD dan Pemkab Madiun Sepakati KUA-PPAS 2026 sebagai Pedoman APBD

www.suryanenggala.idMadiun. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun resmi menyepakati Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk tahun anggaran 2026. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan bersama oleh pimpinan DPRD dan Bupati Madiun, Hari Wuryanto, dalam rapat paripurna pada Kamis, 4 September 2025.
Menurut Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Madiun, Mujono, KUA-PPAS merupakan pedoman utama dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026. “KUA-PPAS ini ibarat buku induknya. Rincian teknisnya akan dibahas lebih lanjut di dalam APBD,” jelasnya. Mujono menambahkan bahwa program prioritas yang dirumuskan sudah selaras dengan visi-misi kepala daerah, serta kebijakan pemerintah pusat dan provinsi. DPRD pun menyatakan siap mendukung penuh pelaksanaannya.

DPRD dan Pemkab Madiun Sepakati KUA-PPAS 2026 sebagai Pedoman APBD

Proyeksi Anggaran dan Program Prioritas

Berdasarkan laporan Badan Anggaran DPRD, pendapatan daerah tahun 2026 diproyeksikan sebesar Rp2,05 triliun, sementara belanja daerah direncanakan Rp2,12 triliun. Proyeksi ini menghasilkan defisit sebesar Rp79 miliar. Namun, defisit tersebut akan ditutupi dengan surplus pembiayaan netto yang nilainya sama, sehingga APBD tetap seimbang.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengungkapkan bahwa akan ada 18 program prioritas yang dijalankan. Program-program ini mencakup berbagai sektor, seperti peningkatan produktivitas tenaga kerja, pengembangan pendidikan dan layanan kesehatan, infrastruktur pertanian, serta pengelolaan kawasan permukiman.

Program-program ini bertujuan untuk mendukung visi daerah “Bersih, Sehat, dan Sejahtera (Bersahaja)”. Selain itu, program-program ini juga diselaraskan dengan agenda pembangunan nasional, termasuk program Asta Cita Presiden Prabowo Subiyanto.
Target utama pada 2026 antara lain adalah menurunkan angka kemiskinan di bawah rata-rata Jawa Timur, memperluas layanan kesehatan gratis, dan memperkuat ketahanan pangan. “Kami ingin posisi Kabupaten Madiun kembali meningkat, minimal bisa masuk lima besar lagi seperti tahun sebelumnya,” pungkas Bupati Hari Wuryanto.

( Pras )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *