Sosialisasi Pengembangan UMKM, Bupati Ikfina Ajak Pelaku Industri Mikro Manfaatkan Digitalisasi untuk Pemasaran

oleh
Sosialisasi Pengembangan UMKM, Bupati Ikfina Ajak Pelaku Industri Mikro Manfaatkan Digitalisasi untuk Pemasaran
Foto:Swt/Ar

Sosialisasi Pengembangan UMKM, Bupati Ikfina Ajak Pelaku Industri Mikro Manfaatkan Digitalisasi untuk Pemasaran

www.suryanenggala.id – Kabupaten Mojokerto. Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengajak para pelaku industri mikro dan UMKM untuk memanfaatkan digitalisasi dalam memasarkan produk. Hal tersebut dibeberkan oleh Bupati Ikfina saat ia  menjadi pembicara pada acara ‘Sosialisasi Pengembangan UMKM’ Kelurahan Mojosari.

Pada giat yang diselenggarakan di Pendopo Kecamatan Mojosari itu, Ikfina juga menghimbau agar para produsen atau pelaku UMKM bisa memanfaatkan digitalisasi, terutama sosial media (sosmed) untuk memasarkan dan mengenalkan produknya dengan bantuan para influencer sosmed yang saat itu juga turut hadir sebagai pemateri.

“Berjualan itu bisa secara digital, tidak harus selalu konvensional saja, kita bisa ajak kerja sama para influencer (sosmed) ini, karena semua itu ada ahlinya sendiri-sendiri dan ada tempatnya sendiri-sendiri,” bebernya pada Selasa (9/7) sore.

Selain menekankan pemanfaatan dunia digital sebagai media marketing, Bupati Mojokerto itu juga mengingatkan bahwa sebagai produsen dan sekaligus penjual, Pelaku UMKM juga tetap harus menentukan target pasar dari produk yang ditawarkan, karena target pasar/pangsa yang jelas bisa sangat mempengaruhi tentang konsistensi penjualan produk sehingga bisa menjadi pemicu akan kestabilan antara produksi dan penjualan.

“Alangkah baiknya kita memiliki pangsa pasar yang jelas, jadi kuantitasnya (penjualan) bisa kontinyu karena ada yang bisa diandalkan (pembeli), seperti dibidang utility maintenance,” terangnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Mojokerto itu juga mengingatkan kepada para penggiat UMKM Kelurahan Mojosari yang hadir, agar bisa memanfaatkan adanya Hipemika (Himpunan pengusaha mikro kecil dan menengah) dalam berbagai keperluan yang menyangkut dengan kebijakan pemerintah, misalnya sertifikasi halal, sertifikasi PIRT (Produk Industri Rumah Tangga ), atau bahkan pematenan hak milik atas nama produk dan merek.

“Hipemika per kecamatan harus tau, produk-produk apa saja yang ada di wilayahnya, harus tau juga kebutuhan (produsen) yang bisa dibantu pemerintah itu apa saja, seperti sertifikat halal, pematenan HAKI atas nama (brand), dan PIRT,” jelasnya.

Tampak yang hadir pada acara sosialisasi tersebut ialah Camat Mojosari beserta Forkopimca Mojosari, Pemerintah Kelurahan Mojosari, Perwakilan Hipemika, dan Para Influencer Sosmed Mojokerto.

(Sumber : Diskominfo Kab Mojokerto)

(Bad;gd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *