Bupati Ikfina Ikuti Senam Bersama – Kenduri Ketupat Dalam Rangka Harlah Fatayat NU Ke-74

oleh
Bupati Ikfina Ikuti Senam Bersama - Kenduri Ketupat Dalam Rangka Harlah Fatayat NU Ke-74
Foto:Agm/Ar

Bupati Ikfina Ikuti Senam Bersama – Kenduri Ketupat Dalam Rangka Harlah Fatayat NU Ke-74

www.suryanenggala.id – Kabupaten Mojokerto. Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengikuti senam bersama, penanaman bibit pohon hingga Kenduri Ketupat bersama ibu-ibu Fatayat NU Kabupaten Mojokerto. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka Hari Lahir (Harlah) Fatayat NU Ke-74, yang berlangsung di halaman Kantor PCNU Kabupaten Mojokerto, Sooko, Minggu, (21/4) pagi.

Harlah Fatayat NU dengan tema bertajuk ‘Fatayat Think Green’ ini diikuti kader Fatayat seluruh Kabupaten Mojokerto. Kegiatan perayaan Harlah Fatayat NU Ke-74 ini juga menjadi momentum kontribusi nyata guna mendorong kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan hidup dan mempererat tali silaturahmi di kalangan anggotanya.

Dalam sambutannya, Bupati Ikfina meminta kader-kader Fatayat NU Kabupaten Mojokerto untuk komitmen dan senantiasa sadar akan menjaga lingkungan hidup di bumi Indonesia ini. Hal itu sesuai tema yang diangkat pada momen Harlah Fatayat NU yang ke 74 tahun ini.

“Saya minta tolong pelihara bumi kita ini dengan tanaman-tanaman yang ditanam dan dipelihara oleh anda semuanya. Mari bersama-sama dengan menanam kita berupa untuk sedekah oksigen. Karena dengan tanaman hijau yang kita tanam akan menghasilkan oksigen sepanjang hari. Dan saya minta untuk terus merawatnya,” ujarnya.

Orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto ini juga mengingatkan bila saat ini Kabupaten Mojokerto tengah menghadapi endemi DBD. Ia meminta para kader Fatayat NU untuk membersihkan tempat penampungan air secara berulang agar tidak menjadi tempat berkembangnya sarang nyamuk.

Bupati Ikfina Ikuti Senam Bersama - Kenduri Ketupat Dalam Rangka Harlah Fatayat NU Ke-74
Foto:Agm/Ar
Bupati Ikfina Ikuti Senam Bersama - Kenduri Ketupat Dalam Rangka Harlah Fatayat NU Ke-74
Foto:Agm/Ar

“Jadi waktu lebaran angka DBD kita naik. Kenapa? Karena banyak mobilitas dari orang-orang yang keluar – masuk  ke Mojokerto sehingga rentan tertular DBD dan menyebabkan kasus naik,” terangnya.

Diakhir sambutannya, ia meminta kader-kader Fatayat NU untuk menanam tanaman yang nyamuk tidak suka. Tanaman tersebut diantaranya Rosemary dan serai.

“Saya minta tolong tanaman tersebut bisa ditanam di sekitar kita untuk menghalau nyamuk karena nyamuk tidak suka baunya,” tukasnya.

Sementara itu Sekretaris PC Fatayat NU Kabupaten Mojokerto, Rahmi Mubarokah, mengungkapkan acara ini memiliki makna yang mendalam bagi organisasinya.

“Jadi ‘Fatayat Think Green’ bukan hanya sekedar perayaan. Tetapi juga sebuah komitmen untuk peduli lingkungan dan membangun kesadaran akan pentingnya menjaga bumi kita,” ujarnya.

(Sumber : Diskominfo Kab Mojokerto)

(Dhn;gd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *