Tertipu Investasi Bodong, Rumah Anggota Dewan Digeruduk Warga

oleh -64 Dilihat
Foto : Lis/Suryanenggala

Tertipu Investasi Bodong, Rumah Anggota Dewan Digeruduk Warga

www.suryanenggala.id -Jombang. Geger sebuah rumah milik Direktur Smart Wallet yang berdomisili di Jl. Merdeka No. 149 Mojowarno, Jombang, Jawa Timur digeruduk warga kemarin malam Senin, 1/4/2024.

Puluhan warga terlihat mengerumuni rumah tersebut sejak aplikasi Smart Wallet yang awalnya menjanjikan keuntungan besar sehingga menarik banyak orang untuk berinvestasi ternyata mengecewakan. AT inisial direktur Smart Wallet ini merupakan anggota DPRD yang masih menjabat hingga saat ini. Kekecewaan korban investasi yang diduga bodong aplikasi smart wallet semakin memuncak setelah para korban mendatangi rumah direktur smart wallet ,tetapi AT tidak dapat ditemui.

Tertipu Investasi Bodong, Rumah Anggota Dewan Digeruduk Warga
Keterangan : Korban Saat menggerudug rumah direktur Smart Wallet

Diketahui bahwa sejak tanggal 18 Maret 2023 Satuan tugas pemberantasan aktivitas keuangan ilegal (Satgas Pasti) memblokir akses dan link/URL aplikasi smart wallet. Smart Wallet terindikasi melakukan penipuan dan tidak memiliki izin operasional di Indonesia.

Sesuai hasil investigasi yang dilakukan oleh badan perdagangan dalam negeri kementerian perdagangan, Smart wallet dinilai melakukan kegiatan menghimpun dana berkedok robot trading/expert advisor dengan sistem multi-level marketing yang tidak memiliki ijin beroperasi di Indonesia.

Kronologi kejadian berawal dari puluhan warga yang dijanjikan keuntungan 2% dari nilai investasi mereka, satu, dua, tiga bulan bonusnya cair. Sehingga mereka tergiur untuk menginvestasikan uang lebih besar lagi.

Salah satu korban yang enggan disebut namanya menyebutkan bahwa, sejak awal bulan maret mereka melakukan WD(withdraw) tetapi dipending sampai dengan saat ini sehingga mereka merasa tertipu. “Padahal uang ini saya digadang-gadang untuk memenuhi kebutuhan lebaran yang tentunya meningkat. Akibat dari bisnis Abal Abal kerugian mencapai ratusan juta,”Ungkapnya.

Harapan dari para korban ini hanyalah agar uang mereka bisa dikembalikan walaupun tanpa bonus. Semua upaya yang mereka lakukan berakhir nihil dan karena Leader mereka tidak bertanggung jawab sehingga mereka merasa dikorbankan. Sampai berita ini diturunkan toko bangunan milik AT tutup total dan tidak beroperasi seperti rumah tak berpenghuni.

(Lis).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *