Bupati Mojokerto Senam dan Minum Tablet Tambah Darah Bersama Pelajar SMPN 1 Mojoanyar

oleh
Bupati Mojokerto Senam dan Minum Tablet Tambah Darah Bersama Pelajar SMPN 1 Mojoanyar
Foto:Mki/Ar

Bupati Mojokerto Senam dan Minum Tablet Tambah Darah Bersama Pelajar SMPN 1 Mojoanyar

www.suryanenggala.id – Kabupaten Mojokerto. Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati gencar mengampanyekan ‘Jumat CERIA’. ‘Jumat CERIA’ sendiri merupakan salah satu program Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam menangani stunting di wilayah kerjanya.

Salah satu langkah percepatan penanganan stunting ini menyasar perempuan remaja yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat. Program ‘Jumat CERIA’ sendiri merupakan salah satu akronim, yakni Cantik, Energik, Rajin, Inovatif, Aktif. Dalam program ini, Pemerintah Kabupaten Mojokerto mengajak seluruh remaja putri yang merupakan calon ibu untuk bersama-sama membiasakan minum tablet tambah darah.

Dalam program ini, Bupati Ikfina memberikan tips dan edukasi kepada siswa-siswi SMPN 1 Mojoanyar terkait kesehatan jantung.

“Jantung kita tidak pernah berhenti, jantung kita harus bergerak. Maka kita harus berolahraga agar jantung kita memompa dengan kuat. Jadi jangan takut berkeringat, karena keringat ini untuk mengeluarkan racun-racun saat tubuh kita bergerak,” ungkapnya, Jumat, (19/5) pagi, di halaman SMPN 1 Mojoanyar, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

Bupati Ikfina juga menjelaskan, pentingnya berolahraga setiap hari minimal 30 menit dalam sehari. Menurutnya, olahraga sangat penting untuk kekebalan tubuh.

“Terlebih jangan takut berkeringat, kita butuh vitamin D untuk tubuh kita. Ini salah satu untuk kekebalan tubuh, untuk perekapan dari kalsium yang ada di makanan kita. Jadi banyak manfaatnya untuk kita semuanya kita bergerak bersama kita biarkan jantung kita berdetak,” jelasnya.

Orang nomor satu dilingkup Pemkab Mojokerto ini juga mengatakan, negara Indonesia saat ini membutuhkan SDM yang sehat. Dengan tubuh sehat, menurut Ikfina, maka akan bisa beraktivitas dengan maksimal.

“Pintar saja kurang, kita juga perlu sehat. Bergerak dan berolahraga untuk membuat kita bahagia dengan mengeluarkan endorfin otak pada tubuh kita. Maka, dengan mengeluarkan endorfin pada otak, kita bisa merasa bahagia,” terangnya.

Bupati Ikfina juga menjelaskan, betapa pentingnya seorang perempuan di usia produktif harus rajin mengonsumsi tablet tambah darah.

Bupati Mojokerto Senam dan Minum Tablet Tambah Darah Bersama Pelajar SMPN 1 Mojoanyar
Foto:Mki/Ar
Bupati Mojokerto Senam dan Minum Tablet Tambah Darah Bersama Pelajar SMPN 1 Mojoanyar
Foto:Mki/Ar

“Pada dasarnya, manusia itu selama tiga bulan sekali, secara otomatis sel darah merahnya itu akan berganti yang baru. Terlebih perempuan, selain sistem tubuh itu, perempuan setiap bulannya juga menstruasi, sehingga darah yang dikeluarkan cukup banyak,” terangnya.

Untuk mencegah stunting, lanjut Ikfina, seorang perempuan tidak boleh sampai anemia atau kekurangan darah. Hal ini mengingat sel darah merah merupakan salah satu alat transportasi dalam tubuh yang berfungsi untuk mendistribusikan sari makanan, oksigen dan lain sebagainya secara merata dalam tubuh.

“Maka dari itu, pada program ini, kami berharap kalian semua sebagai calon ibu nantinya, mulai saat ini sudah tidak terbiasa mengalami anemia. Karena nanti ketika menjadi ibu, kalau sedang hamil, itu tidak boleh sampai kekurangan darah. Itulah yang menyebabkan sari makanan, gizi dan kebutuhan janin lainnya tidak bisa sampai dengan maksimal ke janin,” ujarnya.

Tak hanya untuk mengantisipasi stunting sejak dini, Bupati Mojokerto yang memiliki latar belakang dokter ini pun menyampaikan, pentingnya tidak mengidap anemia selain untuk mengatasi stunting, juga berpengaruh terhadap kegiatan sehari-hari. Terlebih, para pelajar yang saat ini tengah fokus menimba ilmu.

“Kalau orang anemia itu, konsentrasinya mudah turun. Karena oksigen yang di dalam tubuh tidak terkirim maksimal ke otak, karena anemia tadi. Jadi jangan sampai anemia, sehingga kalian saat belajar di kelas bisa konsentrasi penuh,” imbuhnya.

Untuk diketahui, stunting merupakan salah satu kasus yang menjadi konsentrasi nasional. Pemerintah pusat telah menargetkan percepatan penurunan stunting didukung seluruh pemerintah skala daerah. Hal ini tentunya bertujuan untuk menyiapkan generasi emas untuk Bangsa Indonesia lebih baik di kemudian hari.

Turut hadir dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Forkopimca Mojoanyar.

(Sumber : Diskominfo Kab Mojokerto)

(Dhn;gd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *