Program SEHATI Sasar Balita dan Bumil Desa Canggu

oleh
Program SEHATI Sasar Balita dan Bumil Desa Canggu
Foto:Luq/Ar

Program SEHATI Sasar Balita dan Bumil Desa Canggu

www.suryanenggala.id – Kabupaten Mojokerto. Program Selasa Sehat Turunkan Stunting, AKB, dan AKI (SEHATI) terus digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto dalam upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Mojokerto. Program Dinas ini menyasar balita dan ibu hamil (bumil) di Desa Canggu, Kecamatan Jetis, Selasa, (31/10) pagi.

Pada pelaksanaan kali ini, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati berkesempatan memberikan arahannya terhadap langkah-langkah dalam menurunkan stunting.

Dalam arahannya, Bupati Ikfina mengungkapkan, bahwa ibu hamil harus terpenuhi gizinya agar calon bayi yang ada di dalam kandungan dapat terpenuhi gizinya pula. Ia juga menambahkan, dalam mengukur ibu hamil yang tercukupi gizinya, bisa dengan cara mengukur lingkar lengannya yang tidak boleh kurang dari 23,5 centimeter.

“Kalau ibunya kurang gizi, jadi anaknya dikasih gizi darimana, karena didalam kandungan anaknya tidak boleh kurang gizi. Jadi saling mengingatkan karena indikator seorang ibu tidak kurang gizi lengannya tidak kurang dari 23,5 centimeter,” ujarnya.

Selain itu, salah satu upaya dalam menurunkan angka stunting, orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga menjelaskan, pemenuhan terhadap gizi tidak hanya ketika calon bayi di dalam kandungan saja, akan tetapi bayi setelah lahir hingga balita orang tua juga wajib memenuhi gizinya.

Baca Juga :
Program SEHATI Sasar Balita dan Bumil Desa Canggu
Foto:Luq/Ar

“Karena stunting ini adalah menjadi masalah di negara kita, karena balita stunting memiliki tingkat kecerdasan 20 persen di bawah rata-rata,” bebernya.

Selain itu, untuk mendapatkan pertumbuhan balita yang maksimal dan memenuhi gizi terhadap balita, Bupati Ikfina menjelaskan, agar para orang tua dapat memberikan makanan zat pembangun seperti telur, ayam, ikan, daging, dan susu.

“Untuk mencegah stunting, anak-anak harus cukup gizi agar sehat dan tidak sakit berulang. Sebisa mungkin anak usia di bawah 2 tahun harus diusahakan ASI. Waktu terbaik memaksimalkan pertumbuhan otak anak itu dimulai dari bayi sampai dengan 5 tahun. Ini semua dapat diwujudkan apabila anak cukup gizi,” jelasnya.

Bupati Ikfina juga berpesan, agar para orang tua juga memperhatikan tumbuh kembang anak, agar kedepannya para balita menjadi generasi penerus yang pintar dan berkarakter.

“Anak tidak hanya butuh gizi tetapi kita juga perlu membentuk karakternya, menjadikannya pintar dan cerdas. Ayo bersama-sama kita rawat anak-anak kita dengan penuh kasih sayang agar membentuk karakter yang baik,” tukasnya. 

(Sumber : Diskominfo Kab Mojokerto)

(Khl;gd)

Response (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *