Penyidik Polda Memanggil Direksi Bahana, Terduga Penggelapan Ribuan Ton BBM

oleh -320 Dilihat
Penyidik Polda Memanggil Direksi Bahana, Terduga Penggelapan Ribuan Ton BBM
Direksi PT Bahana saat memasuki ruang penyidik Polda

Penyidik Polda Memanggil Direksi Bahana, Terduga Penggelapan Ribuan Ton BBM

www.suryanenggala.id – Surabaya. Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim hari ini memanggil jajaran direksi PT Bahana Line terduga kasus penggelapan pasokan BBM untuk kapal-kapal PT Meratus Line, bertempat di Mapolda Surabaya, Rabu (28/9/2022).

Penyidik menetapkan
Lima Owner PT Bahana Line masih sebagai saksi dengan nama inisial FS, HS, RT, ST, dan AAH, dan untuk itu pihak penyidik memanggil para saksi untuk bisa melengkapi penyidikan.

Wartawan mencoba menghubungi Dirreskrimum Kombes (Pol) Totok Suharyanto dan sejumlah pejabat lain di lingkungan Ditreskrimum guna mendapatkan konfirmasi resmi namun tidak mendapatkan respon.

Kuat kesan pihak penyidik berusaha menutup rapat proses penanganan kasus yang sebenarnya merupakan salah satu kasus yang mendapatkan atensi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo itu, yakni terkait penyelewengan distribusi BBM dan BBM ilegal.

Sama halnya dengan, Kadiv Humas Kombes (Pol) Dirmanto memberikan jawaban normatif saat dimintai keterangan wartawan terkait pemanggilan direksi PT Bahana Line dari kasus penggelapan ribuan ton BBM yang telah menyeret 17 orang sebagai tersangka itu.

“Petunjuknya.. ditunggu saja…
Nanti juga di infokan kalau penyelidikan sudah selesai, saya belum dapat info dari penyidik biar kita chek dulu”, ucap Kadiv Humas Polda.

Sikap serupa juga ditunjukkan pengacara PT Bahana Line dan PT Ocean Line, Syaiful Maarif, yang tidak menjawab saat dikonfirmasi terkait pemanggilan FS, HS, RT, ST dan AAH. Panggilan telepon dan pesan WhatsApp dari wartawan tidak direspon.

Pemanggilan itu diduga terkait petunjuk dari P-19 Kejaksaan Tinggi Jawa Timur yang dikirim ke penyidik Polda Jatim pada 24 Agustus 2022 lalu. Nama pemilik dan direksi PT Bahana Line dan PT Bahana Ocean Line diduga tertuang pada BAP berdasarkan keterangan para tersangka.

Perkara dugaan penggelapan ribuan ton BBM jenis solar ini baru mulai diketahui oleh publik saat PT Meratus Line menggelar konferensi pers pada pertengahan Agustus lalu menanggapi tuduhan penyekapan terhadap Edy Setyawan (ES).

Baca Juga :

Kala itu, pihak Meratus menepis anggapan bahwa pelaporan ES dan kawan-kawan ke Polda Jatim merupakan langkah serangan balik atas pelaporan penyekapan terhadap ES oleh istri ES bernama inisial MM ke Polres Tanjung Perak. Meski pelaporan kasus penggelapan BBM ke Polda Jatim dilakukan pada 9 Februari 2022 atau berselang dua hari setelah MM melaporkan Dirut PT Meratus Line, pelaporan penggelapan BBM itu merupakan proses panjang dari temuan adanya praktik penipuan dan penggelapan BBM yang dipasok untuk kapal-kapal Meratus sejak akhir tahun 2021.

Pada 27 Juni 2022, penyidik menetapkan 17 orang sebagai tersangka, terdiri dari 5 karyawan PT Bahana Line, 10 karyawan PT Meratus Line, dan 2 karyawan outsourcing pada PT FC Line termasuk ES.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Corporate Legal Departement PT Meratus Line Donny Wibisono kala itu mengatajan manajemen PT Meratus Line melaporkan ES dan kawan-kawan atas dugaan penipuan dan penggelapan pasokan solar untuk kapal-kapal PT Meratus.

ES, adalah pegawai outsourcing yang bertugas sebagai sopir pikap pengangkut alat ukur volume BBM yang digunakan saat tongkang milik perusahaan pemasok BBM melakukan pengisian solar untuk kapal-kapal PT Meratus Line.

Laporan itu berawal dari satu rangkaian panjang proses audit internal yang dilakukan sebagai respon atas munculnya dugaan penipuan dan penggelapan BBM, sejak September 2021 dan audit internal hingga awal 2022.

“Dari bukti dan data yang kami kumpulkan, tindakan curang ini telah merugikan kami dalam jumlah yang sangat besar,” ujar Donny.

Donny menolak menjawab saat ditanya apakah praktik penggelapan BBM itu melibatkan PT Bahana Line dan PT Bahana Ocean Line yang bertindak selaku vendor pemasok BBM untuk kapal-kapal PT Meratus Line.

(As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *