SPM Tak Sepenuhnya Menjamin Gratis Biaya Rawat Inap Bagi Pasien Miskin

oleh -1273 Dilihat
Pasien tidak mampu Rujiyo (57) penderita penyakit komplikasi

SPM Tak Sepenuhnya Menjamin Gratis Biaya Rawat Inap Bagi Pasien Miskin

www.suryanenggala.id. Banyuwangi– malang nian nasib Rujiyo (57) pasien asal Dsn. Curah Palung RT/01 RW/01 Desa Kradenan Kecamatan Purwoharjo penderita penyakit Komplikasi, pasalnya Rujiyo di rawat di RSUD Genteng sejak tanggal 15/08/2022 hingga 22/082022.

Menurut informasi Rujiyo adalah pasien tergolong tidak mampu,untuk biaya Rumah Sakit Rujiyo menggantungkan segala biaya perawatannya selama sepekan tersebut dari Surat Pernyataan Miskin (SPM). Sedangkan SPM sendiri adalah suatu program yang sudah terkoneksi dengan Dinas Sosial, yang mana disetiap Desa sudah tersedia operator SPM- nya.

Di ketahui ada 18 kriteria yang bisa memanfaatkan layanan SPM, yang nantinya di isi oleh operator SPM Desa. Sudah menjadi tugas KAUR KESRA dan perangkat lainnya untuk mencari dan memverifikasi data pasien pengguna SPM.

Prosedur pasien pengguna SPM biasanya berdasarkan rujukan dari Puskesmas ke Rumah Sakit Daerah. Pasien dengan pengguna SPM tidak di pungut biaya atau gratis karena sudah di tanggung Pemerintah Daerah.

Penjelasan dari Management RSUD Genteng Pasien bernama Rujiyo dianjurkan mengurus SPM agar uang jaminan atas perawatannya selama di RSUD bisa di klaimkan. Sedangkan Rujiyo sendiri diduga diminta memberikan uang jaminan kepada pihak RSUD Genteng yang saat itu kemampuan nya cuma Rp. 1.000.000-, lalu mengusahakan kembali dengan mencari tambahan dari hutang sebesar Rp. 2.000.000-, kemudian yang diberikan total nya sebesar Rp. 3.000.000-, dan uang akan di kembalikan seluruhnya setelah Rujiyo mampu menunjukkan SPM tersebut diatas.

Namun sayang nya setelah SPM milik Rujiyo keluar, tertulis jelas hanya bisa diklimkan untuk beberapa hari saja sekitar Rp. 300.000-, hitungan dari loket 1 ruang IGD dan lantai dua ruang rawat inap yang bisa dikembalikan.

Diduga SPM yang di keluarkan tidak sesuai dengan janji atas program Pemerintah yang seharusnya bisa diklaimkan selama dirawat di RSUD Genteng. Sehingga uang jaminan perawatan sebesar Rp. 3.000.000.-, tersebut tidak bisa dikembalikan ke tangan pasien dengan dalil SPM tersebut tidak bisa dibuat klim uang yang sudah dibuat jaminan dikarenakan melebihi batas waktu berlaku.

baca juga:

Selang beberapa hari kemudian Rofiq Azmi Relawan APPM Banyuwangi mempertanyakan lagi keruang managemen RSUD Genteng dihitung kembali yang pada akhirnya bisa dikembalikan sekitar Rp. 1. 200.000-, dengan syarat harus bawa kwitansi aslinya, dan uang tersebut bisa dicairkan.” Kata management RSUD Genteng
Jadi surat pernyataan miskin SPM yang di keluarkan oleh Dinas Sosial belum bisa di jadikan jaminan sebagai program gratis untuk pasien miskin.”

” Sayang sekali SPM yang di miliki pasien atas nama Rujiyo hanya mampu mengklaim uang sebesar Rp. 300.000 sampai Rp 1.000.000-, karena SPM sendiri dikeluarkan oleh Dinas Sosial di tanggal 22 Agustus 2022 sedangkan pasien di rawat mulai tanggal 15 Agustus 2022 ” jelas pihak management RSUD Genteng.

Segala upaya komunikasi dan koordinasi kepada pihak-pihak terkait telah di lakukan oleh relawan APPM Rofiq Azmi untuk dapat membantu Rujiyo pasien tidak mampu agar dapat mengklaim uang jaminan tersebut. Sungguh malang Rujiyo keluar dari Rumah Sakit harus menanggung beban hutang karena uang jaminan untuk RSUD dia dapatkan dari pinjam kepada rekan-rekannya.

Sampai berita ini di tayangkan pihak Direktur RSUD belum bisa ditemui dan tidak memberikan komentar terkait uang panjar Rp. 3.000.000-, yang berasal dari rakyat miskin seperti Rujiyo.

” Saya telah berupaya untuk berkomunikasi dan koordinasi dengan banyak pihak,kepala dinas kesehatan, terutama pihak manajemen RSUD genteng dan Dinas Sosial terkait uang panjar ini agar dapat membantu sepenuhnya kepada Rujiyo pasien tidak mampu asal Desa Kradenan, dan pihak direktur RSUD juga bungkam. ” jelas Rofiq

(St)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *