Ecobrick Membuat Lingkungan Menjadi Lebih Bersih dan Indah di SD Negeri Karanggeneng 01
www.suryanenggala.id-Batang, Pemakaian plastik dan barang-barang berbahan dasar plastik semakin meningkat seiring berkembangnya teknologi, industri dan juga jumlah populasi penduduk. Penggunaan bahan plastik semakin lama semakin meluas tidak terkecuali di lingkungan sekolah karena dianggap praktis, murah dan mudah didapatkan.
Permasalahan yang paling sering muncul di sekolah adalah mau dikemanakan limbah plastik yang tidak mudah terurai secara alami tersebut. Di sisi lain, pemusnahan plastik dengan cara dibakar akan menimbulkan permasalaahan lain. Seperti pencemaran udara yang sangat merugikan kesehatan warga sekolah dan tentunya pula sangat mengganggu kenyamanan belajar di sekolah.
Salah satu pengelolaan limbah plastik yang diterapkan di SD Negeri Karanggeneng 01 Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang untuk mengatasi sampah plastik adalah dengan pembuatan ecobrick.
Wardaningsih, S.Pd.SD selaku Kepala Sekolah SD Negeri Karanggeneng 01 berinisiatif untuk memanfaatkan sampah organik menjadi ecobrick. Ecobrick adalah metode untuk meminimalisir sampah dengan media botol plastik bekas air mineral yang diisi dengan sampah plastik/anorganik (sampah yang tidak dapat terurai) menjadi keras dan padat.
Aneka sampah plastik yang digunakan berasal dari bungkus makanan kemasan, kecap, minyak goreng, detergent, pewangi pakaian, dan lain-lain yang sudah dicuci sampai bersih dan sudah dikeringkan. Sampah-sampah plastik tersebut dipotong dengan ukuran kecil, kemudian dimasukkan ke dalam botol air mineral yang sudah dicuci bersih dan kering, ditekan tekan dengan tongkat kayu sampai tidak ada ruang yang tersisa (berat, keras, dan padat).
Baca juga:


“kami selalu berupaya untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah, jadi penanganan sampah khususnya yang tidak bisa diurai kami wujudkan dalam bentuk ecobrick. Selain bisa menanamkan karakter siswa dibidang kebersihan lingkungan, ecobrick juga bisa diwujudkan dalam bentuk bermacam macam kreasi, contohnya yang sekarang ini dikerjakan yaitu membuat gapura bentuk wayang dengan ecobrick” ucap Wardaningsih, S.Pd.SD Kepada Surya Nenggala. Jum’at (19/11/2021).
Hal senada disampaikan oleh Kusmiati S.Pd selaku guru kelas II, dalam pemanfaatan sampah plastik untuk membuat ecobrick ini tidak hanya untuk membuat hiasan saja, tetapi bisa terus berlanjut sampai menghasilkan barang-barang yang memiliki nilai jual. Jadi selain untuk memelihara kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah, ecobrick akan menghasilkan tambahan uang kas sekolah yang akan digunakan untuk keperluan siswa-siswa SD Negeri Karanggeneng 01.
Dalam pembelajaran pembuatan Ecobrick di SD Negeri Karanggeneng 01 Kec. Kandeman Kabupaten Batang, siswa dituntut harus menghasilkan produk yang bermanfaat, baik untuk diri dan lingkungannya. Selain itu, mereka juga harus belajar memecahkan masalah (problem solving), yang ada dalam diri dan lingkungannya. Salah satunya, masalah sampah plastik.
Dikonfirmasi melalui saluran telp. Resgianto selaku Kepala Desa Karanggeneng merasa bangga bekerja sama dengan SD Negeri Karanggeneng 01 untuk membuat ecobrick yang akan dijadikan lomba Gapura Desa tingkat Kabupaten. Kerja sama yang baik ini sangat menguntungkan kedua belah pihak baik dari desa maupun SD Negeri karanggeneng 01 sendiri.
“saya sangat bangga dan apresiasi terhadap Kepala Sekolah dan semua tenaga pendidik dan kependidikan SD Negeri Karanggeneng 01 yang telah berhasil menanamkan karakter siswa terhadap lingkungan, mereka mampu membuat ecobrik dari sampah plastik untuk dilombakan tingkat kabupaten. Dan hasilnya bisa membuat Gapura dari bahan ecobrick. Sehingga Pihak desa dapat mengikuti lomba gapura tingkat Kabupaten Batang, sedangkan pihak sekolah dapat mengurangi sampah plastik yang menumpuk, mengajarkan anak-anak menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan dengan mendaur ulang sampah, dan menumbuhkan kreativitas siswa.” jelas Resgianto kepada Surya Nenggala. (Tgh)
