Memanas Ormas Madura vs Ambon Terkait Sengketa Lahan

oleh

Memanas Ormas Madura vs Ambon Terkait Sengketa Lahan

www.suryanenggala.id-Surabaya. Bentrokan antar Organisasi Masyarakat atau Ormas Hampir Pecah di Jalan Margomulyo No. 59 Surabaya pada Sabtu Pagi (21/8/21) sekitar pukul 08:00 WIB. Bentrokan Terjadi antara Ormas Madura dengan Ormas Ambon.

Bentrokan terjadi diduga terkait Sengketa lahan seluas 59,180m2 yang terletak di pergudangaan Margomulyo No. 59 Surabaya. Antara PT. Teguh Timur dengan pihak yang mengaku sebagai ahli Waris.

Kejadian bermula dari kedatangan beberapa orang yang mengaku sebagai ahli waris dengan membawa kurang lebih 100 orang dari Ormas Ambon. Mereka datang dengan menerobos masuk kedalam gudang yang menjadi sengketa. Kemudian memaksa 4 orang penjaga dilokasi agar segera angkat kaki. Tidak puas dengan itu beberapa Ormas Ambon menyerang seseorang penjaga gudang dan mengeluarkan barang-barang yang berada didalam gudang tersebut.

H. Hasan selaku perwakilan dari Ormas Madura atau salah satu ketua dari Ormas Madura menjelaskan kepada awak media Surya Nenggala yang berada di lokasi.

Memanas Ormas Madura vs Ambon Terkait Sengketa Lahan
H.Hasan saat menyampaikan pendapat

“Mereka datang dengan kurang lebih 100 orang menerobos masuk kedalam gudang, memaksa penjaga yang dilokasi pergi, dan mengeluarkan beberapa barang. Saat itu juga terjadi sedikit cekcok dan terjadi pengeroyokan hingga mengalami luka-luka terhadap salah satu penjaga”. Terang H. Hasan.
“Hal tersebut yang memicu Kemarahan Penjaga gudang beserta seluruh Ormas Madura. Meskipun pihak ahli waris berbekal Surat Putusan dan tidak seharusnya dilakukan dengan cara premanisme”. Lanjutnya

Diketahui selama ini PT. Teguh Timur yang memegang kuasa lahan tersebut dan dikuasakan kepada 4 (empat) Orang dari Ormas Madura antara lain H.Salum, H. Kosid, Djazuli, dan Samu’i/H.Umar untuk menjaga lahan sengketa tersebut.

Memanas Ormas Madura vs Ambon Terkait Sengketa Lahan
Proses evakuasi Ormas Ambon dari dalam gudang menuju kendaraan Aparat

Pada akhirnya dengan datangnya aparat kepolisian ke lokasi tersebut dengan dibantu Brimob. Pada akhirnya tidak terjadi bentrok dikarenakan masa dari ahli waris tersebut dievakuasi atau dikeluarkan dari gudang oleh pihak kepolisian dan dikawal ketat oleh Aparat Brimob dari polda Jatim. Sementara lahan sengketa saat ini disegel oleh pihak kepolisian.

Memanas Ormas Madura vs Ambon Terkait Sengketa Lahan
Abdul Syukur. SH. Bersama Rekan-rekan

Abdul Syukur. SH. selaku juru bicara Ormas Madura menyayangkan perbuatan premanisme dan penyegelan lahan oleh kepolisian tersebut.
“Kami sangat menyayangkan perbuatan premanisme pihak ambon kepada pihak kami. Dan penyegelan oleh pihak kepolisian. Dikarenakan penyitaan terhadap objek boleh disita oleh kepolisian terkait tidak pidana sedangkan objek tersebut adalah objek sengketa perdata”. Jelas Abdul Syukur. SH.

Pihak Ormas Madura berharap untuk tempat yang disegel oleh kepolisian segera dilepaskan dan dikembalikan kepada siapa yang menguasai sebelumnya. Sampai ada upaya eksekusi dari pihak pengadilan kalaupun itu berdasarkan putusan harus ada eksekusi dari pihak pengadilan selaku aparat yang diberi wewenang oleh undang-undang. (fe)

Response (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *