Pertanyakan 100 Hari Kerja Bupati Kediri dan Desak DPRD Kabupaten Kediri Buat Pansus Tanah SLG

oleh -153 Dilihat
(Foto:Ty/SuryaNenggala)

Pertanyakan 100 Hari Kerja Bupati Kediri dan Desak DPRD Kabupaten Kediri Buat Pansus Tanah SLG

www.suryanenggala.id– Kediri. Selasa (15/06/2021) Kepemimpinan yang baru biasanya mempunyai ide & semangat baru, demikian yang terjadi di Kab. Kediri dimana sejak (19/02/2021) yang lalu telah syah di Pimpin pasangan Bupati & Wakil Bupati Hanindito Permana dan Dewi Maria Ulfah.

Yang kita harapkan bisa membawa Cakrawala Perubahan yang menuju Kab.Kediri menjadi lebih baik daripada kepemimpinan sebelumnya.

Visi dan Misi Bupati itu sudah dituangkan dalam 9 misi Bupati Kediri untuk periode 2021-2025. Visi dan Misi adalah merupakan janji Bupati yang harus dijalankan dan bukan hiasan biasa, ucap Bang Tomi (Ketua IPK).

Sebagaimana tgl 12 Maret 2021 telah terjadi penyampaian aspirasi dari Aliansi LSM BHIMA SAKTI di Pendopo Panjalu Jayati dalam Forum Ngopi bareng Bupati. Kami telah menyampaikan 4 Hal sbb:

  1. Persoalan kepemilikan tanah di
    Areal CBD SLG.
  2. Pelayanan & Reformasi Birokrasi.
  3. Persoalan Lelang Proyek
  4. Persoalan Wilayah Desa Sepawon. Dalam Forum itu sdr Bupati mencatat & menerima 4 Aspirasi tsb & berjanji akan menindak lanjutinya ucap Bang Khoirul Anam (Ketua Bhima Sakti).

Untuk Lelang Proyek, Pelayanan & untuk kasus tanah di CBD SLG akan dikoordinasi dengan kepolisian dan kejaksaan dengan melibatkan Aliansi LSM Bhima Sakti dan untuk masalah Desa Sepawon akan diselesaikan sekurang-kurangnya dalam setahun, ucap Mas Dito Bupati.

Mencermati dari perkembangan yang ada & sampai 100 hari lebih kepemimpinan Bupati Kediri, kami menilai & mencermati dari perkembangan yang ada,apa yang kami sampaikan thn (12/03/2021) lalu itu dianggap Basa Basi, karena setelah itu tidak ada tindak lanjutnya.

Baca juga :
Pertanyakan 100 Hari Kerja Bupati Kediri dan Desak DPRD Kabupaten Kediri Buat Pansus Tanah SLG

Kami sebenarnya saat Forum Ngopi di Jum’at berkah bersama Bupati itu kalau cuman Nggedrabus saja, justru akan menimbulkan persoalan.

Sebab orang yang di ajak & diundang ngopi bareng itu menyampaikan aspirasi tentu berharap untuk ada titik & tindak lanjuti, ucap Bang Ipul (Ketua DPC Kab Kediri lsm Gerak Indonesia).

Kemudian dari perkembangan yang sudah ada, sdr Bupati melakukan 2 OTT kami membandingkan antara OTT di Kec. Purwoasri dimana camat purwoasri di beri sangsi, sedangkan yang di parkiran Kantor Dupcapil kok tidak yang juga kami cermati tidak ada kelanjutannya

Selanjutnya dalam apatur daerah yang sudah diperiksa dalam tindak pidana Korupsi, kenapa jadi tidak jelas semua. Maka Aparat Penegak Hukum baik Polisi & Jaksa agar melaksanakan tugasnya atas dasar Fakta bukan Politis Semata, ucap Saiful Iskak

Memberantas Korupsi memang tidak gampang, namun tanah SLG itu pembebasannya melalui PPAT yaitu Camat Gampengrejo sdr Maskuri dia yang paling tahu. Tangkap & Periksa sdr Maskuri, maka terang benderanglah semuanya.

Jika keberadaan kegiatan Sholat malam pada sepanjang tahun 2020 tidak ada kegiatan sama sekali & nyata kegiatan itu sudah di hentikan, tapi kenapa muncul pengadaan Mukena dan sarung. Sikat maling mukena dan sarung dengan kedok Sholat Malam, ucap Bang Tomi Ketum IPK.

(Ty)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *