Mengaku Tidak Percaya Covid Pria ini Mengejek Para Pemakai Masker

oleh -30 views
Mengaku Tidak Percaya Covid Pria ini Mengejek Para Pemakai Masker
Foto : jatim.inews.id

Mengaku Tidak Percaya Covid Pria ini Mengejek Para Pemakai Masker

www.suryanenggala.id-Surabaya. Pria yang mengejek para pemakai masker di Pakuwon Mall Surabaya dengan sebutan tolol dan goblok akhirnya minta maaf. Ia mengaku tak percaya dengan keberadaan virus covid-19. Pria bernama Putu Arimbawa (28), Warga Driyorejo, Gresik, Jawa Timur itu mengaku tak percaya Covid-19 ada.
“Saya masih abu-abu masalah corona, percaya enggak percaya. Itu hanya opini saya. ”ujar Putu.

Putu menuturkan, aksinya itu direkam saat dirinya mengunjungi Pakuwon Mall pada Minggu (2/5). Putu yang berprofesi sebagai pedagang online dan pemilik barbershop ini mengaku sempat memakai masker saat memasuki mal. Namun setibanya di dalam, masker itu dilepas. Ia kemudian sengaja merekam video berisi ejekan kepada pengunjung mal yang tetap memakai masker. Putu menyebut, video yang memuat ejekan itu adalah opininya.

Namun, setelah videonya itu beredar luas dan mendapatkan respons publik, Putu pun menyesali perbuatannya. Menurutnya ejekan goblok dan tolol terhadap pengunjung mal yang memakai masker itu, adalah ucapan yang tidak pantas.

“Saya menyesali kata-kata yang saya ucapkan, memang tidak pantas. ”ujarnya.

Baca juga :

Ia pun meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah taat menegakkan protokol kesehatan, terutama warga Surabaya. Putu menyadari videonya itu meresahkan dan mengganggu banyak orang. Ia pun berjanji, usai kejadian ini, akan patuh menerapkan protokol kesehatan dan memakai masker setiap ia bepergian.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian, mengatakan, Putu berhasil dimankan oleh Polsek Lakarsantri di bilangan Driyorejo. Pelaku kemudian dibawa ke Mapolrestabes Surabaya untuk diperiksa. Kendati demikian, perihal sanksi dan hukuman yang bakal dijatuhkan kepada Putu, Oki mengatakan hal itu merupakan wewenang Satgas Penanganan Covid-19 Surabaya.

Sementara itu Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Timur menyayangkan sikap Putu yang mengejek pengunjung mal bermasker. Jibril mengatakan, ia bersama tim satgas dan seluruh lapisan masyarakat sudah bekerja keras untuk mengedukasi dan meminta warga Jatim agar patuh terhadap kesehatan. Kerja keras itu kemudian dibuktikan dengan patuhnya masyarakat, dan sudah tidak ada lagi zona merah atau daerah risiko tinggi penularan Covid-19 di provinsi ini.
(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *