Menara ISP Diduga Tak Berizin, Warga Sekitar Resah

oleh -46 Dilihat
(Foto:Ek/SuryaNenggala)

Menara ISP Diduga Tak Berizin, Warga Sekitar Resah

www.suryanenggala.id– Ponorogo. Kebutuhan akan internet semakin lama memang semakin meningkat. Terutama di daerah pelosok, pinggiran kota atau bahkan di area pegunungan. Wajar jika akhir – akhir ini banyak dijumpai menara triangle sebagai alternatif penyediaan jasa layanan internet atau ISP (internet service provider).

Kesempatan ini banyak digunakan oleh pelaku usaha yang notabene nya pebisnis dadakan. Namun sangat disayangkan. Tergiur dengan omset jutaan rupiah per bulan, akhirnya banyak pebisnis ISP ini yang diduga tak mengindahkan proses perijinannya.

Seperti yang terjadi di Desa Badegan Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo. Menara yang berdiri di belakang rumah milik A (Inisial) ini diduga bodong dalam perijinannya.

Saat ditemui, A menjelaskan bahwa pihaknya tidak tahu menahu terkait perijinan. Pasalnya, A hanya dititipi menara yang berdiri tegak tersebut.

“Menara ini milik mas Agus Karang Waluh Sampung. Ini hanya titip dan sini tidak ada penghasilan sama sekali dari menara tersebut. Katanya ini ndak papa titip disini. Tidak ada kontribusi sama sekali cuma gratis wifi,” jelas A.

Baca juga :
Menara ISP Diduga Tak Berizin, Warga Sekitar Resah
Menara yang milik Agus, terpasang di belakang rumah A

Masih lanjut A, ia juga menerangkan bahwa terkait ijin lingkungan pihaknya tidak tahu sama sekali. ” mungkin yang mengurus sana. disini memang orang awam ndak tahu apa – apa,” lanjutnya.

Disisi lain, tetangga dekat dari posisi tower berdiri ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa dari awal pemasangan saja sudah tidak ada pemberitahuan. “saya kira itu pemasangan hanya untuk konsumsi pribadi. Tau – tau ya seperti itu. Saya takut ketika ada petir mengarah kesitu. Jangankan dikasih fasilitas wifi, pendiriannya saja tidak ada komunikasi,” ungkapnya.

Disisi lain, Marsudi, Aktifis Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat ( LPKSM ) Pasopati yang saat itu juga klarifikasi membenarkan akan kejadian tersebut.

” Kasihan pada tetangga kanan kiri yang tidak tahu – menahu masalah menara ikut menjadi resah. Kami akan klafirikasi lebih lanjut kepada Agus, yang menurut keterangan A sebagai pemilik menara,” jelasnya.

Marsudi juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus menelusuri keberadaan menara – menara ISP yang diduga ilegal. ” Selanjutnya kami akan koordinasi dengan dinas perijinan dan pihak kepolisian, ” pungkasnya.

(Ek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *