Kacabdin Sosialisasi PTM, Nurhadi: Belum Ada Formasi, GTT dan Guru Bahasa Jawa Harus Bersabar

oleh -297 views
Kepala Cabang Dinas Provinsi Kabupaten Ponorogo saat berkunjung ke SMA Negeri 1 Jetis (Foto:LL/SuryaNenggala)

Kacabdin Sosialisasi PTM, Nurhadi: Belum Ada Formasi, GTT dan Guru Bahasa Jawa Harus Bersabar

www.suryanenggala.id– Ponorogo. Boleh sedikit bernafas lega, para pendidik kini bisa dipertemukan dengan siswa-siswinya di masa pandemi atas dasar kebijakan PPKM mikro perpanjangan ketiga tentu saja dengan beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan mengingat baru masa ujicoba.

Untuk itu, Kacabdin atau Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Kabupaten Ponorogo, Drs. H. Nurhadi Hanuri, M.M., mengunjungi sekolah-sekolah dibawah naungan cabang dinas provinsi untuk mensosialisasikan bagaimana inovasi sekolah supaya aman bertatap muka saat pandemi, Rabu (24/3/21).

Kali ini ia mengunjungi SMA Negeri 1 Jetis Ponorogo, dalam kesempatan ini ia mensosialisasikan bagaimana supaya pembelajaran tetap efektif. Karena kalau hanya lewat daring, peserta didik akan bosan, selain itu menjadi tidak efektif.

“Utamanya bagi kelas XII yang akan menghadapi tes Perguruan Tinggi, kita harus ekstra inovasi untuk bagaimana anak-anak bisa belajar dan melaksanakan ujian. ” Tuturnya.

Kacabdin Sosialisasi PTM, Nurhadi: Belum Ada Formasi, GTT dan Guru Bahasa Jawa Harus Bersabar
Drs. H. Nurhadi Hanuri, M.M menjelaskan terkait PPPK Bahasa Jawa yang belum ada formasinya
Kacabdin Sosialisasi PTM, Nurhadi: Belum Ada Formasi, GTT dan Guru Bahasa Jawa Harus Bersabar
Kacabdin meminta para guru tetap semangat mencari celah aman melakukan PTM

Ia juga menegaskan bahwa sekolah harus berani mengambil kebijakan karena PPKM semakin dipersempit untuk mengambil sebuah jalan tengah sesuai kondisi zona lingkungan. “Kalau dirasa aman dan bisa disiasati dengan sistem atau teknis tertentu kenapa tidak. Ini juga untuk mempertahankan eksistensi sekolah mengingat ini masuk masa PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) supaya sekolah tetap dikenal di masyarakat. ” Lanjutnya.

Menanggapi masalah GTT, PPG, dan PPPK guru Muatan Lokal Bahasa Jawa, usai pengarahan ia menjelaskan, “Kalau PPG harus ikut arahan dari pemerintah ya, kita nggak bisa menjawab, karena kewenangan ada di pusat, makanya kita harus ikuti webnya. Utamanya saya mohon untuk GTT atau Guru Tidak Tetap jangan melakukan gerakan yang semakin memojokkan pemerintah. Karena sebenarnya pemerintah mencari solusi terus. Namun memang karena banyaknya GTT ya kita harus sadari itu.” Himbaunya.

“Kemudian untuk PPPK Bahasa Jawa kemarin saya sudah ke Surabaya, saya menyampaikan pada Provinsi untuk Bahasa Jawa dan Madura serta bahasa lain. Selain itu juga mata pelajaran yang produktif juga bahkan belum ada wadahnya. Ditunggu dulu ya, yang penting jangan galau. Pasti ada cerita selanjutnya. ” Pesannya sambil memberi semangat pada para Guru Muatan Lokal dan GTT sebelum beranjak menuju sekolah lain.

(LL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *