Merasa Ditipu, Warga Kemlokolegi Polisikan Rekan Bisnisnya

oleh
Ristika Wahyu Prasetyo SH salah satu advokat senior Nganjuk (Foto:Her/Hen/SuryaNenggala)

Merasa Ditipu, Warga Kemlokolegi Polisikan Rekan Bisnisnya

www.suryanenggala.id– Nganjuk. Akibat rekan bisnis tak kunjung penuhi janjinya, Muzaki Muhaimin Azah (40) merasa telah ditipu dan kemudian melaporkan rekan bisnisnya ke Polres Nganjuk, Jumat (20/11). Adapun Kerugian yang dialami korban asal Dusun Pandanarum RT. 002 RW. 005 Desa Kemlokolegi Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk ini mencapai Rp. 350 juta.

Muzaki mendatangi Polres Nganjuk, didampingi kuasa hukumnya, Ristika Wahyu Prasetyo S.H., dan langsung melapor ke sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT). Dalam proses pemeriksaan yang berlangsung sekitar dua jam tersebut, Muzaki memberikan keterangan dan membeberkan seluruh bukti-bukti yang dimilikinya.

Usai pemeriksaan, Ristika sebagai kuasa hukum Muzaki memberikan keterangan, bahwa kliennya melaporkan BS pengusaha asal Malang karena dianggap telah merugikan dirinya. Klien kami bapak Muzaki telah melaporkan BS yang merupakan rekan bisnisnya dan laporannya telah diterima dengan Nomor : TBL-B/68/XI/RES 1.11/2020/RESKRIM/SPKT Polres Nganjuk, terang Ristika.

Baca juga :

Selain itu, Ristika juga memaparkan kronologi terjadinya dugaaan tindak pidana penipuan dan penggelapan dengan modus penipuan itu. Diawali awal tahun 2018, dimana BS bersama dengan beberapa rekan bisnis yang lain melakukan pertemuan dengan Muzaki. Saat itu mereka merencanakan akan membuka bisnis tambang galian C di wilayah Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri.

Saat itu, BS menawari Muzaki untuk ikut melakukan investasi di bisnis galian C yang luasnya mencapai 105 hektar. Berharap mendapat keuntungan besar, Muzaki sepakat untuk ikut investasi di bisnis galian C tersebut. Saat itu Muzaki menyetorkan modal investasi sebesar Rp 350 juta melalui rekening BS. Uang Rp 350 juta ditransfer dalam dua tahap, Rp. 300 juta ditransfer ke rekening BS tanggal 13 Agustus 2018. Sedangkan sisanya Rp 50 juta ditransfer ke rekening BS pada 1 September 2018, tandas Ristika saat di Mapolres Nganjuk.

Namun hingga November tahun 2020 ini, bisnis tersebut tidak terealisasi, lebih parah lagi modal yang telah disetor Muzaki kepada BS tidak segera dikembalikan. Sudah beberapakali modal yang telah disetor kepada BS untuk bisnis tambang galian C ditagih oleh Muzaki. Namun upaya Muzaki tersebut tidak membuahkan hasil dan jika ditagih, BS selalu berdalih.
Berbagai Upaya meminta modalnya kembali sudah dilakukan klien kami baik melalui whatsapp. Tetapi hal tersebut ternyata tidak membuat BS segera mengembalikan uang Rp 350 juta kepada klien kami, terang Ristika kepada sejumlah wartawan.

Karena tidak ada itikad baik dari BS untuk segera mengembalikan uang modal Rp 350 juta yang telah disetor Muzaki, kemudian pihak kuasa hukum Muzaki meminta Polres Nganjuk untuk memprosesnya secara hukum. “Kami sudah laporkan dan selanjutnya kami serahkan penanganan kasusnya kepada penyidik Polres Nganjuk. Kami memiliki keyakinan penyidik sangat profesional dan kasus ini dapat ditangani sesuai prosedur berdasarkan fakta hukum yang ada” pungkas Ristika.

(Her/hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *